Gubernur Mirza: UMKM Topang Lebih dari Separuh Perputaran Ekonomi Daerah
Teraslampung.com, Bandarlampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Menurut dia, lebih dari separuh peredaran uang di Lampung ditopang oleh aktivitas sektor tersebut.
“Sebanyak 51 persen uang yang beredar di Provinsi Lampung didukung oleh pergerakan ekonomi UMKM. Ada sekitar 498 ribu pelaku UMKM yang selama ini menggerakkan ekonomi daerah,” kata Mirza saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin, 20 April 2026.
Mirza menjelaskan struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor pertanian yang berkontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp520 triliun. Komoditas seperti padi, jagung, dan singkong menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut dia, stabilitas harga komoditas sepanjang 2025 turut mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat dan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
Meski demikian, Mirza menilai pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan manajemen usaha, pemasaran, hingga daya saing produk. Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi digital.
“Teknologi harus kita gunakan untuk menutup kekurangan, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi sektor pariwisata sebagai pasar bagi produk UMKM lokal. Menurut dia, sekitar 25 juta wisatawan berkunjung ke Lampung sepanjang 2025 dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp50 triliun.
“Jangan sampai belanja wisatawan justru didominasi produk luar. Kita ingin produk UMKM lokal menjadi pilihan utama,” kata Mirza.
Direktur Bisnis PNM Kindaris mengatakan pelatihan yang diikuti 220 pelaku UMKM tersebut mengusung tema “AI untuk UMKM, Lebih Efisien dan Lebih Untung”. Kegiatan itu ditujukan untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Menurut Kindaris, PNM tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pelatihan melalui penguatan modal finansial, intelektual, dan sosial. Dalam lima tahun terakhir, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp346 triliun kepada lebih dari 22 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Khusus di Lampung, PNM mencatat memiliki sekitar 466 ribu nasabah aktif dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,8 triliun selama lima tahun terakhir. Pada 2026, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp3 triliun serta penyelenggaraan 1.796 kegiatan pelatihan bagi 71 ribu nasabah.
Kindaris menilai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran.
Pemerintah Provinsi Lampung dan PNM berharap penguatan kapasitas pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0


Comments (0)