Pemkab Lampura Ingin Ada Uji Lapangan Target Parkir RSU Ryacudu

Feaby|Teraslampung.com Kotabumi–Pemkab Lampung Utara menginginkan adanya uji ‎lapangan untuk menentukan berapa potensi target retribusi parkir di RSU H.M.Ryacudu yang dapat dicapai tiap tahunnya.‎ Langkah ini dirasa perlu sebelum pihak manajeme...

Pemkab Lampura Ingin Ada Uji Lapangan Target Parkir RSU Ryacudu
Mobil pengunjung RSU Ryacudu parkir di tepi jalan raya di depan rumah sakit.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara menginginkan adanya uji ‎lapangan untuk menentukan berapa potensi target retribusi parkir di RSU H.M.Ryacudu yang dapat dicapai tiap tahunnya.‎ Langkah ini dirasa perlu sebelum pihak manajemen RSU mencari mitra baru untuk mengelola parkir mereka.

Sebelumnya, pihak RSU akhirnya memutuskan kontrak kerja sama dengan pihak pengelola parkir (PT. Guardian Oto Solusi) pada Selasa (5/5/2020). Pemutusan kerja sama ini dilakukan dengan cara menyegel mesin parkir elektronik PT. GOS. Sementara ini, retribusi parkir diambil alih oleh Dinas Perhubungan.

‎”Uji petik dulu. Sehari itu bisa masuk berapa pendapatannya,” papar Penjabat Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Sofyan, Senin (11/5/2020).

Setel‎ah didapat berapa pemasukan minimal dan maksimal tiap harinya dari lokasi parkir itu maka pihak terkait seperti Badan Pengelola Pajak dan Retribusi dapat menentukan berapa target realistis dari lokasi tersebut.

“Saya harap BPPRD selaku pengelola Pendapatan Asli Daerah mempunyai tuntunan seperti itu,” ‎jelasnya.

Rencana pemutusan kontrak kerja sama pengelolaan parkir RSU yang dikelola oleh PT. GOS mulai bergulir sejak akhir tahun lalu. Banyak alasan yang membuat pihak manajemen RSU begitu yakin untuk mengambil langkah itu, di antaranya perolehan pendapatan parkir yang cenderung tidak masuk akal dan tidak adanya lahan parkir bertingkat (double decker) seperti yang dijanjikan.

PT. GOS mulai mengelola lahan parkir di RSUR sejak tahun 2017 silam. Sistem parkir yang diterapkan menggunakan sistem elektronik. Sistem ini diharapkan akan mampu memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah yang selama ini dikelola dengan sistem manual.

Sayangnya, dalam perjalanannya, pengelolaan parkir di sana banyak menuai keluhan. Mulai dari besaran tarif parkir, ketidaktersediaan tiket parkir, ‎hingga kabar tentang raibnya helm atau sepeda motor yang terparkir.