Arizka Warganegara Dkk Dirikan Lingkar Studi Cendekia di Inggris
Peluncuran Lingkar Studi Cendekia (LSC) sekaligus diskusi seri pertama di 16 Shay Street, Leeds United Kingdom, Minggu (29/3/2015). Foto: Ist/dok LSC LEEDS, Teraslampung.com — Beberapa dosen dan peneliti Indonesia yang sedan...
| Peluncuran Lingkar Studi Cendekia (LSC) sekaligus diskusi seri pertama di 16 Shay Street, Leeds United Kingdom, Minggu (29/3/2015). Foto: Ist/dok LSC |
LEEDS, Teraslampung.com — Beberapa dosen dan peneliti Indonesia yang sedang menyelesaikan studi S-2 dan S-3 khususnya tiga kota, yakni Leeds,Bradford dan York, mendirikan Lingkar SuDiskusi Cendekia (LSC), di 16 Shay Street, Leeds United Kingdom, Minggu (29/3/2015).
Salah satu inisiator LSC adalah Arizka Warganagera, dosen muda FISIP Universitas Lampung yang saat ini sedang melanjutkan studi S-3 Geografi Politik, University of Leeds
Menurut Arizka, forum ini bertujuan membahas beragam hal yang terkait erat dengan Indonesia. “Dasar filosofis pendirian forum ini mencoba mendiskusikan current affairs atau isu-isu terkini soal Indonesia,” kata Arizka, Senin dini hari (30/3).
Peluncuran tanda pendirian LSC ditandai diskusi. Seri pertama diskusi LSC United Kingdom membahas soal kenaikan harga dollr, disampaikan oleh sdr. Bhima Yudistrira (peneliti INDEF sekaligus mahasiswa program studi di University of Bradford).
Banyak hasil elaborasi dalam diskusi ini. Salah satunya lemahnya cadangan devisa dalam negeri menjadi salah satu tiitk lemah fundamen ekonomi kita dalam paparan yang dilakukan oleh Bhima.
Untuk mengatasi hal itu terdapat beberapa solusinya. Antara lain memperkuat cadangan devisa dengan cara memperkuat ekspor, memperkuat infrastruktur produksi negara sekaligus memikirkan adanya nilai tambah barang ekspor, hal lainya perlunya menciptakan kemandirian ekonomi, melakukan evaluasi suku bunga, dan menegaskan soal peraturan mengenai hedging (memagari hutang) luar negeri swasta.
Zaid Perdana Nasution, Koordinator Lingkar Studi Cendekia yang juga dosen di Universitas Sumatera Utara, mengatakan LSC tidak hanya jadi ajang untuk mendiskusikan suatu topik atau persoalan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera.
“Pada prinsipnya, mahasiswa Indonesia di luar negeri sungguh mencintai negaranya. Pemikiran kami yang sedang belajar di United Kingdom semoga bermanfaat,” kata Zaid, seperti dirilis LSC yang dikirimkan ke redaksi Teraslampung, Senin dini hari (30/3/2015).
Zaid mengatakan, forum ini direncakan akan mengadakan diskusi bulanan rutin. Tempatnya bergiliran, di beberapa kota di Inggris. “Pada April 2015 kami merencanakan akan menggelar diskusi di Bradford, Mei di York. Forum Lingkar Studi Cendekia juga berencana membuat klinik jurnalistik dan bahan tulisan hasil kajian dan diskusi kami kelak juga akan diterbitkan menjadi buku,” kata Zaid.
Delapan mahasiswa Indonesia di United Kingdom yang masing-masing sedang menyelesaikan studi baik S-2 dan S-3 yang menjadi inisiator forum ini antara lain: Zaid P Nasution (mahasiswa S-3 Kebijakan Lingkungan University of Leeds), Herri Mulyono (mahasiswa S-3 Pendidikan University of York), Bhima Yudhistira (peneliti INDEF, sekaligus Mahasiswa Keuangan University of Bradford), Arizka Warganegara (mahasiswa S-3 Geografi Politik, University of Leeds), Najamuddin (mahasiswa S-3 Studi Politik dan Keagamaan, University of Leeds), Dhani Imawan (mahasiswa University of Bradford), Adwin Pratama Anas (mahasiswa University of Leeds) dan Bustanul Arifin (Mahasiswa University of Leeds).





