Tren Kurban Kambing Bergeser ke Sapi, Pedagang Mengeluh

Kaslan (kaos merah) menunggu kambing dagangannya, Senin (21/). Kambing bandot milik Kaslan ini harganya dalam kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Harga kambing yang tinggi itu tidak sebanding dengan jumlah dan berat dagingnya jika sudah disem...

Tren Kurban Kambing Bergeser ke Sapi, Pedagang Mengeluh
Kaslan (kaos merah) menunggu kambing dagangannya, Senin (21/). Kambing bandot milik Kaslan ini harganya dalam kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Harga kambing yang tinggi itu tidak sebanding dengan jumlah dan berat dagingnya jika sudah disemebelih. Makanya, banyak orang kini lebih suka menyembelih sapi.

TERASLAMPUNG.COM–Menjelang  Hari Raya Idul Adha 1436 H, pedagang kambing kurban di Kota Metro mengeluh karena kambing Dagangan nya hingga H-3 ini masih sepi pembeli.

Yang dialami Kaslan, pedagang kambing asal Kelurahan 22 Hadimulyo Timur, Kota Metro, misalnya. Ia yang sudah menggeluti profesi  sebagai pedagang kambing hingga puluhan tahun, mengaku baru menjelang Iduk Adha tahun ini sepi pembeli dia rasakan.

“Biasanya menjelang Idul Adha dagangan saya sudah 80 persen laku, Kalin ini sangat sepi. Masyarakat lebih suka membeli sapi untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha,” kata Kaslan, Senin (21/9).

Kaslan saat inj masih punya stok kambing hingga ratusan ekor yang belum laku. “Saat ini saya taruh di belakang rumah. Kali ini saya merugi, karena saya beli kambing-kabing ini sudah mahal. Kalau tidak laku, kerugian saya makin banyak,” ujarnya,

Haraga kakbing kurban menjelang Idul Adha selalu naik. Biasanya kambing bandot  harganya Rp 1,8 juta. Kini mendekati Lebaran Haji, harga kambing bandot bisa mencapai Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Kambing bandot kalau disembelih dagingnya seberat 9 kg, cuma sedikit jika dibanding sapi. Itulah sebabnya kini banyak yang memilih menyembelih sapi, meski dengan cara iuran,” katanya.