Lelang Puluhan Proyek Batal Digelar, Harapan Warga Lampung Utara Nikmati Jalan Mulus Ambyar
Lelang Puluhan Proyek Batal Digelar, Hara
Teraslampung.com, Kotabumi--Harapan rakyat Lampung Utara untuk menikmati jalan mulus pada tahun ini dipastikan buyar. Sebab, proses lelang puluhan paket jalan dan jembatan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena terkendala waktu.
"Inilah alasannya mengapa kami memanggil pihak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Lampung Utara hari ini," kata Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara, M.Aditya Hafidz Arafat usai rapat, Kamis (27/11/2025).
Hasilnya, lelang ke-24 paket proyek tersebut memang tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini. Selain dikarenakan terkendala waktu yang mepet, tak dapat dilaksanakannya proses lelang itu dikarenakan persoalan administrasi seperti pergantian pimpinan dan pejabat di bawahnya di dinas tersebut.
Ia menjelaskan, total nilai ke-24 proyek itu mencapai Rp27 miliar. Ke-24 proyek itu terdiri dari 21 proyek perbaikan jalan, dan tiga pembangunan atau perbaikan jembatan. Akibat persoalan ini, puluhan jalan dan tiga unit jembatan yang diharapkan masyarakat tidak dapat direalisasikan sementara.
"Imbasnya seperti itu," terangnya.
Untuk mencegah hal serupa terulang kembali, pihaknya menyarankan kepada Dinas SDABMBK untuk lebih awal melakukan proses lelang proyek pada tahun mendatang. Dengan demikian, kejadian serupa dapat dihindari.
"Harapannya, tentunya, ke depan tidak terulang lagi," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Lampung Utara, Rio Alaska menuturkan, penundaan pelaksanaan lelang ke-24 paket proyek tersebut bukanlah hal yang sengaja. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama dengan Tim Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) pada 7 November 2025. Saat itu, hasil rapat berkesimpulan bahwa waktu yang tersedia saat ini tidaklah cukup untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.
"Mengacu kepada hasil rapat itu maka saya selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK, memutuskan untuk menundanya," kata dia.
Feaby Handana













