Lampung Kebut Eliminasi TBC, Tingkat Keberhasilan Pengobatan Capai 98 Persen
Tersslampung.com, BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat memperkuat kolaborasi untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC). Upaya tersebut dinilai penting karena TBC tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas dan pembangunan ekonomi.
Komitmen itu disampaikan Mirza dalam acara Komitmen Percepatan Eliminasi Tuberkulosis yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Aula Semergou, Pemerintah Kota Bandarlampung, Selasa, 14 April 2026.
Menurut Mirza, percepatan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat. Ia menilai dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting bagi daerah dalam memperkuat penemuan kasus dan memastikan pasien memperoleh pengobatan hingga tuntas.
“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan bagi kami di daerah untuk memperkuat komitmen dalam percepatan eliminasi TBC, terutama dalam penemuan kasus baru di tengah masyarakat,” kata Mirza.
Ia mengatakan keberhasilan penanganan TBC akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara lebih optimal.
Mirza juga mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah pusat sebagai langkah memperluas deteksi dini berbagai penyakit. Menurut dia, penguatan layanan kesehatan di tingkat puskesmas akan membantu mengurangi beban rumah sakit rujukan dan mempercepat penanganan pasien.
Saat ini RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menerima sekitar 700 pasien rujukan setiap hari. Dengan optimalisasi layanan kesehatan primer, sebagian kasus diharapkan dapat ditangani lebih awal tanpa harus dirujuk ke rumah sakit provinsi.
Pemerintah Provinsi Lampung mencatat capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan terus menunjukkan peningkatan. Pada 2024 capaian SPM mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025.
Di bidang pengendalian TBC, tingkat keberhasilan pengobatan pasien TBC sensitif obat mencapai 95 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 98 persen pada 2025. Hingga triwulan pertama 2026, capaian pengobatan telah mencapai 81 persen.
“Syarat utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah masyarakat yang sehat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak,” ujar Mirza.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp4,1 triliun untuk mendukung percepatan penanggulangan TBC di berbagai daerah, termasuk Lampung.
Menurut dia, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia sehingga diperlukan langkah yang lebih agresif melalui deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan penularan.
Di Kota Bandarlampung, tercatat sekitar 4.300 kasus TBC sepanjang tahun lalu. Karena itu, pemerintah akan memperkuat strategi penemuan kasus secara aktif dengan melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok berisiko serta memberikan insentif kepada 5.200 kader TBC yang bertugas di desa-desa di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan eliminasi penyakit menular. Adapun Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk mendukung program penanggulangan TBC melalui penguatan layanan kesehatan hingga tingkat masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0


Comments (0)