Komisi V DPRD Lampung Dukung Regulasi “Kamis Beradat”, Hidupkan Identitas Budaya Daerah

Komisi V DPRD Lampung Dukung Regulasi “Kamis Beradat”, Hidupkan Identitas Budaya Daerah

TERASLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap lahirnya regulasi bertajuk “Kamis Beradat”, sebuah kebijakan yang diarahkan untuk menghidupkan kembali identitas budaya Lampung, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Andika Wibawa mengatakan, regulasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga eksistensi adat dan budaya Lampung yang dinilainya semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

Melalui kebijakan ini, setiap hari Kamis aparatur di lingkungan perkantoran hingga ruang publik diharapkan mengenakan batik Lampung serta membiasakan penggunaan Bahasa Lampung dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Ini bukan sekadar soal pakaian atau bahasa, tetapi tentang jati diri. Pemerintah harus menjadi contoh dalam menjaga dan memuliakan budaya daerahnya sendiri,” ujar Andika, Minggu (18/1/2026)

Ia menilai, selama ini budaya Lampung kerap hanya ditampilkan dalam kegiatan seremonial atau acara adat tertentu. Padahal, pelestarian budaya akan jauh lebih bermakna jika dihadirkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan birokrasi yang memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat.

Oleh karena itu, Komisi V DPRD Lampung memandang regulasi “Kamis Beradat” sebagai instrumen edukatif yang efektif, khususnya bagi generasi muda dan aparatur sipil negara, agar tidak kehilangan kedekatan dengan bahasa serta simbol budaya Lampung.

Andika menambahkan, kebijakan tersebut perlu disertai dengan pedoman yang jelas serta pengawasan yang konsisten, sehingga implementasinya tidak berhenti sebatas imbauan, melainkan benar-benar dijalankan dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap ‘Kamis Beradat’ dapat berkembang menjadi gerakan budaya yang berkelanjutan, memperkuat kebanggaan daerah, sekaligus menegaskan bahwa modernisasi tidak harus menghapus identitas lokal. Memang perlu adaptasi dan penyesuaian, tetapi lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan,” pungkasnya. (Rls)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0