Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kotabumiilir, DLH Lampung Utara Segera Ambil Sampel

Feaby|Teraslampung.com Kotabumi–Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara berencana akan mengambil sampel atau contoh air sumur di lingkungan IV, Kotabumiilir yang diduga tercemar akibat ampas singkong atau onggok. “Kalau tidak ada halangan, b...

Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kotabumiilir, DLH Lampung Utara Segera Ambil Sampel
Febri Harjaya, warga Lingkungan IV, Kotabumiilir memperlihatkan kondisi air sumurnya yang diduga tercemar limbah onggok singkong.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara berencana akan mengambil sampel atau contoh air sumur di lingkungan IV, Kotabumiilir yang diduga tercemar akibat ampas singkong atau onggok.

“Kalau tidak ada halangan, besok Tim DLH akan ke lokasi untuk mengambil sampel air,” terang Sekretaris DLH Lampung Utara, Kausar, Senin malam (3/4/2023).

Sampel air yang akan diambil itu nantinya akan diteliti di laboratorium DLH Bandarlampung. Tujuannya untuk memastikan apakah benar air di sana tercemar akibat onggok singkong. Meski begitu, ia belum mau berbicara mengenai langkah apa yang akan dilakukan jika nantinya onggok singkong itu terbukti benar mencemari lingkungan sekitar.

“Tentu akan ada langkah dari kami, tapi kami belum mau berbicara ke sana karena sampel saja belum diambil,” kata dia.

Sebelumnya, dua warga lingkungan IV, Kotabumiilir mengeluhkan pencemaran yang diduga diakibatkan oleh onggok singkong yang hanyut ke lingkungan mereka. Kedua warga itu adalah Pebri Harjaya dan Mediantara.

Pebri mengeluhkan kondisi air sumurnya yang berbau dan keruh saat musim hujan. Hal itu diduga kuat karena onggok yang hanyut itu menumpuk di rawa di dekat rumahnya. Adapun Mediatara, ia mengeluhkan kondisi kebun singkongnya.

Sejak dua tahun belakangan ini, kebun singkongnya tak lagi produktif saat ditanami. Sebab, kebun singkongnya kerap kali terendam onggok singkong yang tersapu air hujan. Onggok yang menutup lahannya itu dapat mencapai ketebalah setinggi mata kaki orang dewasa.

Sayangnya, hingga pukul 21.58 WIB, pemilik usaha lapak onggok tersebut belum berhasil dihubungi.