Diskusi Gusdurian Lampung: Pendidikan Kritis Bermanfaat untuk Berantas Korupsi

 Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid (paling) menyampaikan kondisi korupsi di Indonesia. (Ist) TERASLAMPUNG.COM–Para pengagum dan penerus pemikiran KH Abdurahman Wahid, Gusdurian di Lampung menggelar diskusi melawan korups...

Diskusi Gusdurian Lampung: Pendidikan Kritis Bermanfaat untuk Berantas Korupsi
 Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid (paling) menyampaikan kondisi korupsi di Indonesia. (Ist)

TERASLAMPUNG.COM–Para pengagum dan penerus pemikiran KH Abdurahman Wahid, Gusdurian di Lampung menggelar diskusi melawan korupsi di Jl Zainal Abidin Pagar Alam nomor 95 Bandarlampung, samping Museum Lampung. Selasa (15/9). Diskusi tersebut mendedahkan perlunya pendidikan kritis untuk memberantas korupsi.
   
“Pendidikan kita saat ini masih menolak pemikiran kritis. Padahal itu diperlukan guna melawan korupsi. Jika KPK bergerak di hilir, maka Gusdurian bergerak di hulu, dengan melakukan diskusi-diskusi semacam ini,” ujar WD Faturahman Syam, Gusdurian Kabupaten Tanggamus menanggapi diskusi itu, di Bandar Lampung, Selasa (14/9).
   
Sementara itu, di sekretariat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), Paguyuban Keluarga Cirebonan, Gusdurian Lampung dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) itu, Alissa Wahid, Koordinator Nasional Gusdurian memberikan gambaran bagaimana tingkat korupsi di Indonesia yang parah.
   
Menurut putri pertama Gus Dur itu, sejumlah oknum pejabat negara saat ini dengan gampangnya membujuk para ulama untuk melakukan korupsi karena sistem buruk itu sudah menggejala di birokrasi.
   
 “Kondisi ini mengingatkan kecemasan Bung Hatta, Indonesia akan bahaya jika korupsi sudah menjadi budaya,” ujar Alissa lagi.
   
Aktivis Gusdurian Lampung Gatot Arifianto mengatakan, undangan diskusi itu disampaikan terbatas tidak lebih dari 20 orang. Namun yang hadir kurang lebih 50 orang. Hal tersebut, menurut dia, merupakan tanda baik gerakan melawan korupsi mendapat dukungan.
   
Hadir pada diskusi itu Ketua PW HIPSI Lampung H Abdul Karim, Ketua PW Lakpesdam NU Fatikhatul Khoiriyah, Presidium KMNU Unila Ahmad Saroji, Aliansi Pers Mahasiswa Lampung Leni Marlina, alumni  Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) dan aktivis HMI Unila Siti Nurfitriana, Koordinator Forum Demokrasi Lampung Nopi Juansyah, aktivis kemanusiaan Oki Hajiansyah Wahab, IPNU, PMII Bandar Lampung dan Komunitas Anti Politik Uang NPWP (Nomor Piro Wani Piro) dari Kota Metro.