Banjir Lampung Utara, Bupati Tinjau Kelurahan Tanjung Aman
Feaby/Teraslampung.com Bupati Agung Ilmu Mangkunegara beserta jajarannya kembali meninjau lokasi banjir di daerah Cimahi, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Kamis (7/4) sekitar pukul 21:00 WIB. Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangku...
Feaby/Teraslampung.com
| Bupati Agung Ilmu Mangkunegara beserta jajarannya kembali meninjau lokasi banjir di daerah Cimahi, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Kamis (7/4) sekitar pukul 21:00 WIB. |
Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara kembali meninjau lokasi banjir di RT I,II/RW VI, Kelurahan Tanjung Aman , Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), Kamis (16/4) sekitar pukul 21:00 WIB.
Peninjauan yang dilakukan orang nomor satu di Lampura ini pada daerah yang lebih dikenal dengan nama Cimahi tersebut dilakukan ditengah hujan deras yang melanda wilayah Kotabumi dan sekitarnya sejak pukul 19:30 WIB.
Suami dari Endah Kartika Prajawati ini terlihat berkeliling ke sejumlah rumah warga yang teredam banjir akibat penyempitan dan penyumbatan saluran drainase di wilayah itu. Melihat kondisi sejumlah rumah warganya terus terendam banjir kala hujan turun, Bupati langsung menginstrusikan jajarannya untuk memberikan bantuan dan segera menyelesaikan persoalan banjir ini.
“Mulai besok, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Tata Kota, dan Dinas Sosial segera benahi persoalan ini,” kata Agung kepada jajarannya yang ikut dalam peninjauan tersebut.
Menurut putra legislator RI, Tamanuri itu, penanggulangan persoalan banjir yang disebabkan oleh tidak berfungsinya saluran drainase tersebut harus segera dilaksanakan agar rumah warga di daerah ini tak lagi terendam banjir. “Harus dikerjakan besok. biar rumah warga enggak ada lagi yang terendam banjir,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Syahbudin mengatakan bahwa mulai Jum’at (17/4), pihaknya bersama instansi lain akan segera mengerjakan seluruh instruksi Bupati yang menginginkan daerah Cimahi tak lagi direndam banjir saat hujan.
Pihaknya, imbuh Syahbudin, akan melakukan pengerukan terhadap sedimen lumpur yang mengendap berikut sampah yang membuat aliran air tidak lancar pada sejumlah titik yang dianggap penyebab utama banjir. Bahkan jika dirasa perlu, pihaknya akan membongkar saluran yang mengalami penyempitan akibat pembangunan rumah warga. “Besok kita mulai kerja semua membersihkan saluran drainase. Banjir ini terjadi karena saluran air mampet oleh sampah dan pengendapan lumpur serta penyempitan saluran drainase,” papar dia.
Pantauan di lokasi, air sempat merendam sejumlah rumah warga dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa sebelum berangsur surut setelah hujan reda. Warga terlihat sibuk membuang air yang masuk ke dalam rumah mereka menggunakan peralatan seadanya.





