Longsor Lampung Utara, Ratusan Personel Dikerahkan untuk Bersihkan Jalan

Pembersihan jalan desa dari timbunan tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, Rabu (21/1). Feaby/Teraslampung.com KOTABUMI--Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengerahkan sedikitnya 400 orang untuk menormalkan &nbs...

Longsor Lampung Utara, Ratusan Personel Dikerahkan untuk Bersihkan Jalan
Pembersihan jalan desa dari timbunan tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, Rabu (21/1).





Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI--Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengerahkan
sedikitnya 400 orang untuk menormalkan  jalan penghubung lima Desa di
Kecamatan Tanjung Raja yang tertutup akibat longsoran tanah, Rabu
(21/1).

Alhasil, jalan utama Desa yang sejak dua hari terakhir tak dapat
dilintasi kendaraan dan sempat membuat warga lima Desa terisolir, kini
telah berangsur normal.

“Semua orang dengan suka rela bahu – membahu untuk menormalisasi jalan
yang sejak dua hari lalu tertutup timbunan tanah longsor,” kata Kepala
Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Lampura, Tomy Suciadi, Rabu (21/1).

Masih menurut Tomy, ratusan orang yang terlibat dalam pembersihan
timbunan tanah longsor tersebut berasal dari pegawai dinas Pekerjaan
Umum, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), Dinsosnakertrans (Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Transmigrasi), Satuan Polisi Pamong Praja, dan personil TNI/Polri, serta
warga sekitar.

Proses pembersihan timbunan tanah yang sempat membuat aktivitas warga
tersendat itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten, Samsir.
Sejumlah peralatan sederhana dan modern seperti alat berat dikerahkan
untuk membersihkan timbunan tanah tersebut. “Berkat kerja keras semua
pihak, kini akses jalan yang sempat tertutup sudah bisa dilalui
kendaraan roda empat,” tuturnya.

Jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini berharap, dengan
kembali terbukanya akses jalan penghubung Desa itu maka aktivitas
perekonomian warga yang sempat tersendat akan kembali normal. “Semoga,
aktivitas perekonomian warga di sana dapat kembali normal,” kata dia.

Sebelumnya, akses jalan satu – satunya warga lima Desa sejak dua hari
terakhir masih belum dapat digunakan. Warga pun terpaksa menerobos
perkebunan kopi milik warga lainnya yang berada di tepi jalan tersebut
agar dapat terus beraktivitas. Adapun kelima Desa dimaksud masing –
masing yakni Desa Tanjung Beringin, Talang Waringin, Suka Mulya, Gunung
Katun, dan Suka Sari.

Heri Susanto, salah seorang warga Desa Suka Sari membenarkan bahwa
hingga kini, akses jalan utama mereka masih tertutup oleh tanah longsor.
“Sampai hari ini, tanah longsor masih menutupi akses jalan, mas,” kata
dia, melalui sambungan telepon, Selasa (20/1).