Kepala BKD Bandarlampung: Tenaga Honorer “Cleaning Service” Usulan Sekwan
Petugas kebersihan (ilustrasi) Bandarlampung. Teraslampung.com–Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandarlampung berjanji akan mengevaluasi jumlah tenaga honorer yang ada di Bandarlampung, termasuk membeludaknya tenaga honorer &n...
| Petugas kebersihan (ilustrasi) |
Bandarlampung. Teraslampung.com–Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandarlampung berjanji akan mengevaluasi jumlah tenaga honorer yang ada di Bandarlampung, termasuk membeludaknya tenaga honorer di Sekretariat DPRD Kota Bandarlampung yang SK- nya sebagai petugas kebersihan (cleaning service).
“November dan Desember nanti akan kita lakukan evaluasi,” kata Kepala BKD Kota Bandarlampung M.Umar , usai rapat paripurna pembahasan KUA-PPAS di Gedung DPRD setempat, Selasa (14/10).
M.Umar mengatakan terkait banyak jumlah tenaga honorer di sekretariat DPRD menurut dia terjadi karena adanya permintaan dari satuan kerja masing-masing termasuk sekretariat Dewan.
“Pemanfaatan tenaga honorer itu dari masing-masing satuan kerja. Tanyakan saja ke Sekwan mengapa banyak tenaga honorer cleaning service di dewan Kota Bandarlampung,” jelasnya.
M.Umar menambahkan, untuk penempatan tenaga honorer di sekretariat DPRD merupakan permintaan dari sekretariat dewan dan terkait penerbitan SK berdasarkan keputusan dari Walikota Bandarlampung Herman HN.
“Yang mengusulkan itu Sekwan, dan penerbitan SK atas dasar surat keputusan dari Walikota.Secara teknis BKD hanya memproses SK tersebut. Semua itu sekretariat dewan yang mengatur,”ucapnya.
Sementara itu Walikota Bandarlampung Herman HN saat di konfirmasi enggan untuk menjawab meskipun kepala BKD jelas menyatakan jika penerbitan SK tersebut atas dasar surat keputusan Walikota.
Terkait standar minimal jumlah cleaning service yang di butuhkan setiap dinasnya, Herman tidak dapat merinci secara pasti jumlah kebutuhan setiap gedung atau satuan kerja yang memelukan tenaga honorer khusus untuk tenaga kebersihan.
“Ya lihat suasana gedungnya ya, saya enggak ngitung berapa ruangannya,”kata Herman.
Disinggung banyaknya tenaga honorer yang di SK- kan sebagai cleaning service dan berijazah S1 bahkan S 2, Herman mengatakan hal itu bukan merupakan persoalan meskipun cleaning service tersebut berijazah sarjana.
“Ya itu urusan kamu,mau sarjana S1 kek atau S 10 kek,”singkatnya.
Sementara Sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Kota Bandarlampung Nettylia Syukri ketika akan dikonfirmasi kembali menghindar dan enggan untuk memberikan keterangan.
Menurut salah satu stafnya, tidak ada lagi yang harus dikonfirmasi dengan alasan persoalan tenaga honorer di DPRD sudah diberitakan.
“Kata ibu untuk apa lagi dikonfirmasi , kan sudah diberitakan,”kata salah satu staf yang enggan disebutkan namanya.
Seperti diketahui jumlah tenaga honorer di Sekretariat DPRD Kota Bandarlampung mencapai 60 orang dan rata-rata mereka mendapatkan SK sebagai petugas kebersihan. Namun, dalam pelaksanaannya tidak satupun tenaga honorer yang bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) karena justru lebih banyak ditempatkan sebagai staf humas dan diperbantukan di komisi dan fraksi-fraksi serta badan dalam Anggota Kelengkapan Dewan (AKD).
Anggota Komisi I Ali Yusuf Tabana , menduga hal itu dilakukan untuk mensiasati aturan pemerintah pusat yang tidak memperbolehkan menerima lagi tenaga honorer di setiap daerah kecuali tenaga penjaga malam, sopir dan cleaning service.
“Aturan di pusat sudah jelas bahwa tidak boleh menambah lagi tenaga honorer kecuali tiga tenaga teknis itu. Dan ini dilakukan untuk mensiasati aturan pusat maka banyak tenaga honorer yang SK -nya cleaning service. Walaupun yang bersih-bersih di sini tidak ada, ya kita lihat sendiri keadaan dewan ini,”kata Ali.
Dengan adanya tenaga honorer tersebut jelas berakibat dengan pembengkakkan anggaran sehingga membebani belanja langsung yang hanya terserap untuk membayar gaji tenaga honorer.
“Honor mereka berkisar antara Rp 1 juta/bulan itu hanya di DPRD, Coba bayangkan dengan honorer di satker lain yang jumlah keseluruhan ada 2.000 orang lebih. Jadi, dalam satu bulan berapa miliar rupiah uang rakyat yang dibayarkan untuk belanja pegawai honorer,” jelasnya.
Rifki/Lina
Baca Juga: Wah, Banyak Sarjana Jadi Petugas ‘Cleaning Service’ di Kantor DPRD Bandar Lampung
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0


Comments (0)