Dari Perantauan untuk Lampung, Kamapala Semarang Mulai Perjalanan Baru Bersama Kabinet Pathika
TERASLAMPUNG.COM, SEMARANG – Regenerasi kepemimpinan menjadi momentum bagi Keluarga Mahasiswa Pelajar Lampung (Kamapala) Semarang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa bagi daerah asal.
Melalui pelantikan pengurus periode 2026–2027 pada Sabtu (7/11/2026), Kamapala memperkenalkan Kabinet Pathika dengan semangat “Selaras Melangkah, Terarah Berkarya” sebagai pijakan membangun organisasi yang solid, adaptif, dan berorientasi pada pengabdian.
Pathika, yang dalam bahasa Sanskerta berarti pejalan, merepresentasikan perjalanan mahasiswa perantauan. Mereka meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa depan. Namun, perjalanan tersebut tidak semata-mata tentang pencapaian pribadi. Ada persaudaraan, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap daerah asal yang perlu terus dijaga.
Filosofi tersebut menjadi pijakan kepengurusan baru dalam membangun organisasi. Selaras melangkah berarti menyatukan visi, menjaga solidaritas, dan menghilangkan sekat di antara anggota. Sementara terarah berkarya menegaskan pentingnya program yang terencana, memiliki tujuan, serta memberikan manfaat.
Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode 2026–2027, Faisal, dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan organisasi bukan hadiah ataupun sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan janji jabatan sebagai pegangan dalam menjalankan tanggung jawab. Masa kepengurusan memang memiliki batas, tetapi cara seseorang bekerja, membangun kebersamaan, dan memperlakukan sesama akan meninggalkan jejak yang lebih panjang.
“Jabatan pada akhirnya akan berakhir, tetapi cara kita bekerja dan memperlakukan sesama akan senantiasa dikenang,” demikian pesan Faisal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran bagi organisasi. Kepengurusan baru diharapkan tidak sekadar meneruskan program, tetapi juga belajar dari pengalaman, melakukan evaluasi, dan menghadirkan pembaruan.
Menjaga Fondasi Para Perintis
Dimensi historis dan kesinambungan organisasi turut mendapat perhatian melalui pesan Usman, Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode pertama. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa tidak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui proses panjang, semangat kebersamaan, dan pengabdian dari generasi ke generasi.
Pesan yang disampaikannya menekankan pentingnya menjaga filosofi kekeluargaan, kebersamaan, dan persaudaraan sebagai fondasi organisasi. Nilai-nilai tersebut perlu terus hidup, baik dalam menyambut anggota baru maupun dalam menjalankan berbagai program kerja.
Regenerasi, dalam perspektif ini, bukan sekadar pergantian orang yang menduduki jabatan. Lebih dari itu, setiap kepengurusan memiliki tanggung jawab untuk merawat warisan nilai sekaligus memperbaiki perencanaan dan tata kelola organisasi agar semakin matang.
Kehadiran para senior dan generasi perintis juga menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan gagasan generasi baru. Dengan demikian, KAMAPALA tidak kehilangan akar sejarah ketika bergerak menghadapi tantangan zaman.
Organisasi sebagai Ruang Pembentukan Karakter
Perwakilan Badan Penghubung Provinsi Lampung, Purwito, S.M., dalam sambutan mewakili Kepala Badan Penghubung Provinsi Lampung, menyampaikan bahwa pelantikan merupakan momentum menyatukan visi dan misi mahasiswa asal Lampung yang berada di Semarang.
Pergantian kepengurusan juga menjadi bagian penting dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Organisasi mahasiswa perlu menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan karakter, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Ia berharap KAMAPALA tidak berhenti sebagai tempat berkumpul mahasiswa perantauan, tetapi berkembang menjadi wadah yang mampu melahirkan gagasan dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Lampung.
Mahasiswa juga didorong mengikuti perkembangan zaman yang berlangsung semakin cepat. Ketekunan, kerja keras, kejujuran, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan kerja sama menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan.
“Organisasi mahasiswa bukan hanya sebagai tempat kumpul-kumpul semata, tetapi sebagai wadah nyata dalam memberikan dampak positif,” demikian pesan perwakilan Badan Penghubung Provinsi Lampung.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari sumber daya pembangunan daerah. Pengalaman berorganisasi di perantauan diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademis, tetapi juga kepekaan sosial dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Persaudaraan sebagai Kekuatan Organisasi
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rendi, menyebut pelantikan sebagai titik awal peneguhan komitmen, bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Estafet kepemimpinan yang kembali berjalan membutuhkan dukungan, bimbingan, dan koreksi dari Badan Pengurus Lembaga (BPL), para Seandanan, senior, serta seluruh anggota.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan terbesar KAMAPALA terletak pada eratnya persaudaraan. Pesan tersebut dirangkum dalam pantun yang menjadi penutup sambutannya:
Beli rotan bersama kawan,
Dibawa pulang ke dalam rimba.
Kuatkan barisan, jaga persatuan,
Solid di dalam, KAMAPALA jaya selamanya.
Pelantikan berlangsung dengan rangkaian acara yang mencerminkan identitas kebangsaan dan kebudayaan Lampung. Selain menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Bumi Ruwa Jurai, kegiatan juga diisi persembahan tari daerah Lampung, pembacaan surat keputusan, pengucapan janji jabatan, serta penyematan atribut secara simbolis.
Acara tersebut dihadiri Purwito, S.M., selaku perwakilan Badan Penghubung Provinsi Lampung, Usman sebagai Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode pertama, para senior, serta perwakilan organisasi daerah mahasiswa se-Semarang.
Dukungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah melalui penyediaan fasilitas tempat turut membantu kelancaran penyelenggaraan kegiatan.
Terbentuknya Kabinet Pathika menjadi babak baru perjalanan KAMAPALA Semarang. Tantangannya bukan hanya menjaga organisasi tetap hidup, tetapi memastikan setiap program memiliki arah, setiap anggota mendapatkan ruang untuk berkembang, dan setiap generasi memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
Pada akhirnya, organisasi mahasiswa perantauan bukan sekadar tempat melepas rindu terhadap kampung halaman. Ia dapat menjadi ruang belajar tentang kepemimpinan, persaudaraan, kebudayaan, dan pengabdian. Sebab, sejauh apa pun perjalanan membawa seseorang pergi, akar identitas dan tanggung jawab terhadap tanah kelahiran tetap menjadi bagian dari dirinya.
Christian Heru C. Saputro
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)