Untuk Jadi Lumbung Gula Rafinasi Nasional, Lampung Perlu Lahan 10 Ribu Hektare
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Agro Panggah Susanto mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Sugar Labinta Ali Sanjaya tentang penyimpanan gula rafinasi di gudang PT Sugar Labi...
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG– Menteri Perindustrian (Menperrin) Saleh Husin menegaskan, untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung gula rafinasi nasional harus ada ketersediaan lahan setidaknya 10 ribu hektare. Menurut Menperin hal itu akan bisa diatasi jika ada peran Pemerintah Provinsi Lampung.
“Ke depan kita harus mengurangi impor bahan baku row sugar. Caranya, kita harus mempunyai perkebunan rakyat paling tidak lahannya 10 ribu hektare. Kalau Grup Sungai Budi ( Grup BW) sementara sebagian kecilnya sudah
dibangun dan lahannya sudah berproduksi,” kata Menperin Saleh Husin, di sela-sela acara buka puasa bersama di PT Tunas Baru (grup Bumi Waras), di Bandarlampung, Sabtu (27/6/2015).
dibangun dan lahannya sudah berproduksi,” kata Menperin Saleh Husin, di sela-sela acara buka puasa bersama di PT Tunas Baru (grup Bumi Waras), di Bandarlampung, Sabtu (27/6/2015).
Menurut Menperin, soal lahan 10 ribu hektare untuk perkebunan tebu, hal itu tergantung
bagaimana komitmen dari Pemprov Lampung untuk menyediakan lahan
tersebut.
bagaimana komitmen dari Pemprov Lampung untuk menyediakan lahan
tersebut.
“Bagaiaman kalau didapatkan
lahan di Kalimantan? Ini tidak mungkin menyediakan lahan lapangan
kerja sehingga tercipta nilai tambah
multi efek yang ditimbulkan didaerah itu,” katanya.
lahan di Kalimantan? Ini tidak mungkin menyediakan lahan lapangan
kerja sehingga tercipta nilai tambah
multi efek yang ditimbulkan didaerah itu,” katanya.
Menyinggung soal Kawasan Industri Lampung (KAIL) di Kabupaten Tanggmus, Menperin mengatakan itu adalah alah satu industri maritim yang sudah masuk dalam peta nasional. Bahkan, kata dia, ke depan industri galangan kapal akan tumbuh dengan
cepat dan jumlah kapal bertambah banyak
untuk angkutan antar pulau .
cepat dan jumlah kapal bertambah banyak
untuk angkutan antar pulau .
Menurut Menperin, Pemda juga
seharusnya mengakselerasi yang paling
utama adalah infrastuktur yang merupakan
kebutuhan dan harus diperhatikan.
Misalnya jalan menuju ke sana (kawasan
KAIL) sangat jelek dalam hal ini kawasan industri.
seharusnya mengakselerasi yang paling
utama adalah infrastuktur yang merupakan
kebutuhan dan harus diperhatikan.
Misalnya jalan menuju ke sana (kawasan
KAIL) sangat jelek dalam hal ini kawasan industri.
“Bagaimana pertumbuhan
industri akan tumbuh dan efek akan bertambah.Itu yang harus diatasi Dalam hal ini harus ada komunikasi antar dinas terkait dalam hal ini
PU Bina Marga. Husein mencontohkan jarak
tempuh kawasan. KAIL sekitar 22 Km dilewati dalam waktu dua jam dan itu termasuk waktu yang cukup lama,” katanya.
industri akan tumbuh dan efek akan bertambah.Itu yang harus diatasi Dalam hal ini harus ada komunikasi antar dinas terkait dalam hal ini
PU Bina Marga. Husein mencontohkan jarak
tempuh kawasan. KAIL sekitar 22 Km dilewati dalam waktu dua jam dan itu termasuk waktu yang cukup lama,” katanya.
Editor: Oyos Saroso HN
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0


Comments (0)