Pegawai RS Urip Sumoharjo Jadi Korban Penjambretan

Zainal Asikin/Teraslampung.com Perdi, salah satu ‘raja jambret’ di Kota Bandarlampung, dibekuk polisi pada 22 Maret 2015 lalu di wilayah Panjang. Selain Perdi, diyakini masih banyak penjambret yang beroperasi di Kota Bandarlampung....

Pegawai RS Urip Sumoharjo Jadi Korban Penjambretan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Perdi, salah satu ‘raja jambret’ di Kota Bandarlampung, dibekuk polisi pada 22 Maret 2015 lalu di wilayah Panjang. Selain Perdi, diyakini masih banyak penjambret yang beroperasi di Kota Bandarlampung. (Ilustrasi)

BANDARLAMPUNG – Aksi penjambretan dengan menyasar korbannya pengendara motor wanita, masih marak terjadi di Kota Bandarlampung. Yang dialami pegawai Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo, Yeni Hartatik (33), warga Jalan Harimau Kelurahan Sukamenanti Baru, Kedaton, Bandarlampung, misalnya. Ia menjadi korban penjambretan di Depan Pena Mart sebelum SPBU Tanjung Senang, pada Senin (29/2/2016) lalu sekitar pukul 13.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, korban Yeni terjatuh dari sepeda motornya saat mempertahankan tas yang dijambret oleh pelaku. Sehingga, korban mengalami luka-luka pada kedua kaki dan tangannya.

Menurut keterangan Yeni, sebelum penjambretan itu terjadi, awalnya ia mengginap di rumah kakaknya di Labuhan Dalam, Kecamatan Rajabasa Raya. Lalu ia berangkat kerja di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, dengan mengendarai sepeda motor matic Suzuki Spin. Di perjalanan, tepatnya di
Depan Pena Mart sebelum SPBU Tanjung Senang, tiba-tiba muncul dari arah belakang, dua orang pelaku mengendarai motor jenis bebek.

“Dua pelaku ini, langsung memepet motor saya dan mengambil tas yang saya taruh di dasbord depan,”kata Yeni kepada teraslampung.com saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/3/2016).

Menurutnya, pelakunya pakai helm sehingga ia tidak mengenali persis wajah kedua pelaku itu. Kalau perawakannya, sepertinya masih usia remaja kedua pelaku jambret tersebut.

Dikatakannya, ia sempat mempertahankan tas miliknya yang mau dirampas oleh pelaku. Namun akhirnya, ia terjatuh dari sepeda motornya dan tersungkur di jalan aspal karena motor yang kendarainya oleng.

“Meski saya sudah teriak minta tolong, tidak ada warga setempat yang dengar. Karena waktu itu, kondisi jalannya sedang sepi. Saya ditolong dan dibawa ke Rumah Sakit, sama pengendara yang sedang melintas dijalan itu,”ucapnya.

Yeni menuturkan, tas miliknya yang berhasil dijabret dua pelaku tersebut berisi uang tunai Rp 650 ribu, ATM Mandiri, kartu BPJS, SIM C, KTP, kartu istri pegawai (Karip), dan surat penting lainnya.

“Saya sudah minta pihak bank, untuk memblokir ATM Mandiri milik saya yang diambil pelaku,”jelasnya.

Menurut suami korban, Okto Suwarno (37) PNS di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) mengatakan, akibat kejadian penjambretan yang menimpa Yeni istrinya tersebut, ia sudah melaporkannya ke Mapolsekta Kedaton.

“Ya saya sudah melaporkan kejadian ini, ke Polsek Kedaton pada malam harinya selepas Magrib,”kata Okto.