Musibah AirAsia QZ8501: Area Pencarian Diperluas untuk Antisipasi ada Korban Terbawa Arus
Tim SAR melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsiaQZ8501 di Selat Karimata, Minggu (4/1/2015). Foto: BBC JAKARTA, Teraslampung.com —Pada hari kedelapan Operasi SAR kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501, Minggu (4/1), wilaya...
| Tim SAR melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsiaQZ8501 di Selat Karimata, Minggu (4/1/2015). Foto: BBC |
JAKARTA, Teraslampung.com —Pada hari kedelapan Operasi SAR kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501, Minggu (4/1), wilayah operasinya diperluas ke arah timur Selat Karimata. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban atau objek yang terbawa arus.
Basarnas dan Tim SAR Gabungan masih berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menemukan korban maupun objek lain bagian dari pesawat yang jatuh di Perairan Selat Karimata tersebut.
“Semangat ini harus terus dipertahankan dengan tugas-tugas yang semakin spesifik tetapi dinamika di lapangan semakin tinggi,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam konferensi pers yang digelar pagi tadi (4/1/2015) di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam konferensi pers tersebut Kabasarnas juga menyampaikan beberapa hal terkait operasi SAR kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 hari ke-8, diantaranya search area diperluas ke arah timur. Hal itu untuk mengantisipasi objek atau korban yang mungkin terbawa arus. Sedangkan pencarian di bawah air masih tetap sama, baik lokasi maupun luasannya.
Kabasarnas juga menyampaikan adanya penemuan satu korban lagi yang saat ini posisi masih di kapal, dan akan segera dievakuasi dengan helikopter. Selain itu juga ditemukan sebuah objek, yakni objek ke-5 dengan dimensi 9,8 x 1,1 x 0,4 m di lokasi berdekatan dengan penemuan objek sebelumnya.
Sementara itu, hasil penyelaman di daerah ditemukannya objek 3, penyelam melaporkan bahwa jarak pandang di dasar laut tersebut adalah nol. Dasar laut berwujud lumpur, dan arus 3-5 knot. Untuk sementara upaya penyelaman dihentikan oleh On Scene Comander (OSC).
Menurut Basarnas, cuaca pagi tadi di Pangkalan Bun cukup kondusif. Namun, di lokasi pencarian terjadi hujan deras. “Namun demikian, Tim SAR Gabungan siap melaksanakan tugas-tugas seperti penyelaman, dan sudah dicoba, tetapi cuaca masih kurang memungkinkan,” katanya.



