Kembalinya Hak-Hak Politik Warga Moro-Moro Difllmkan
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Kembalinnya hak politik masyarakat Kampung Moro-Moro di Register 45 Mesuji Lampung ternyata mengundang perhatian para pembuat fim dokumenter di Lampung. Di antaranya dari para pegiat film dokumenter yan...
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Kembalinnya hak politik masyarakat Kampung Moro-Moro di Register 45 Mesuji Lampung ternyata mengundang perhatian para pembuat fim dokumenter di Lampung. Di antaranya dari para pegiat film dokumenter yang tergabung dalam Ziva Film dan Indikiri. Komunitas para pegiat film di Lampung itu kini tengah menyiapkan film dokumenter berjudul “Terasing”.
Danar, pegiat Indikiri, mengatakan kembalinnya hak politik masyarakat Moro-Moro dalam Pemilu Legislatif dan dan Pimilu Presiden 2014 menjadi hal yang menarik. Sebelumnya,warga yang sudah lama tinggal di hutan itu selama 10 tahun terakhir hak-hak politiknya sebagai warga negara Indonesia diabaikan.
“Kami melihat hal ini sebagai sebuah peristiwa penting yang layak didokumentasikan,” kata Danar, Minggu (6/7).
Reza, juga penggiat film indie di Lampung, mengatakan saat menjelang Pileg lalu ia telah mengambil gambar untuk mendukung film yang digarap. “Kini kami hendak mengambil gambar keterlibatan masyarakat Moro-Moro dalam Pilpres 9 Juli mendatang,” kata dia.
Terpisah pegiat film Lampung , Aji AdityaYunior, mengatakan pembuatan film ini diharaplkan dapat menjadi media pendidikan bagi publik tentang kegigihan perjuangan masyarakat memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara.
Aji mengaku bersyukur trailer film dokumenter ini sudah sempat diputar di beberapa negara seperti Prancis dan Malaysia.
“Niat Kami mendapatkan sambutan yang baik dan tida sedikit dari mereka yang kemudian bersedia mendukung ide pembuatan film documenter ii,” ujar Aji.
Trailer film doumenter tentang hak-hak politik warga Moro-Moro, kata Aji, sudah dapat dilihat di youtube. Film dokumenter yang dikerjakan secara sukarela ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat, baik lembaga , perorangan yang tertarik untu memberikan dukungan.
“Sejak awal film ini memang dibuat dengan konsep dana patungan,” kata Aji. (R/Aan



