Dua Begal Bersenjata Api Bawa Kabur Sepeda Motor Siswi SMA di Kotabumi
Feaby/Teraslampung.com Eli Sulistiawati, korban pembekalan motor terbaring lemah di RSUD Ryacudu Kotabumi akibat pukulan senjata api di kepalanya, Rabu siang (16/12/2015). Kotabumi–Setelah lama tak terdengar, komplotan begal sep...
Feaby/Teraslampung.com
|
Eli Sulistiawati, korban pembekalan motor terbaring lemah di RSUD Ryacudu Kotabumi akibat pukulan senjata api di kepalanya, Rabu siang (16/12/2015).
|
Kotabumi–Setelah lama tak terdengar, komplotan begal sepeda motor bersenjata api kembali beraksi di wilayah Lampung Utara, Rabu (16/12/2015) sekitar pukul 11.30 WIB. Kali korbannya adalah Eli Sulistiawati (18) dan Galuh Parwati (14), kakak beradik yang sedang melintas di jalan raya Desa Sumber Arum, daerah Kali Opak, Sribasuki, Kotabumi Ilir, tak jauh dari rumah korban.
Akibat kejadian itu, Eli menderita luka di kepala akibat pukulan senjata api pelaku dan harus merelakan motor Honda Beat baru yang masih bernomor Polisi sementara BE 3783 RR miliknya.
“Saat akan tiba di dekat rumah, sepeda motor kami dipepet oleh empat orang yang mengendarai dua motor,” tutur Eli, di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu, Kotabumi.
Setelah motornya berhasil dipepet dan diberhentikan, Eli memutuskan mencabut kunci motor dan segera berlari menjauh bersama adiknya. Tak ingin buruannya kabur, salah seorang pelaku lantas mengejar keduanya dan berhasil menangkapnya sekitar 5 meter dari lokasi pembegalan. Lantaran kesal, pelaku lantas memukul kepala Eli menggunakan senjata api di tangannya setelah berhasil merampas kunci motor.
Setelah merebut kunci motor darinya, pelaku langsung membawa kabur motor kearah rumahnya. Bahkan, seorang tetangganya sempat melihat motornya, dibawa empat orang.
“Saya dipukul pakai senpi sebanyak empat (4) kali dikepala setelah itu saya sempoyongan dan pingsan,” kisah siswi kelas III salah satu SMA swasta di Kotabumi ini.
Adapun ciri khusus pelaku, menurut Eli Sulistiawati, salah seorang pelaku bertubuh besar, memakai kaos, memakai topi dan memilik tato di lengan kiri meski tak jelas gambarnya apa.
“Itu ciri – ciri pelaku yang memukul saya pakai senjata api,” tuturnya.
Sementara, adik korban, Galuh Parwati (14) kejadian ini bermula saat ia dan kakaknya hendak pulang ke rumah usai menjemput dirinya di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotabumi. Namun, dirinya mengaku tak sempat mengenali ciri – ciri para pelaku lantaran saat kejadian ia duduk dibagian belakang alias dibonceng.
“Saya gak tau mereka dari mana. Tahu – tahu sudah suruh berhentiin motor kami,” terang dia.
Menyikapi kejadian ini, Kasat Reserse Kriminal, Polres, Inspektur Satu, Supriyanto, menyatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
“Kami sudah sebar anggota untuk mengejar pelaku. Saya lagi di Karang (Bandar Lampung,red) di Markas Brimob Polda Lampung,” tegasnya.



