Dianggarkan Hampir Rp27 Miliar di BKPSDM, Jumlah Pegawai Pramubakti di Pemkot Bandarlampung Diduga 400 Lebih
Teraslampung.com, Bandarlampung -- Anggaran untuk pembayaran tenaga honorer pramubakti yang semula dianggarkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dialihkan ke BKPSDM makin terang benderang.
Berdasarkan penelusuran Teraslampung.com, dalam APBD 2026 ditemui anggaran nyaris sebesar Rp27 milyar di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Peruntukan belanja operasi, belanja jasa kantor yang nilainya fantastik yaitu sebesar Rp26,9 milyar.
Teraslampung.com menghubungi Kepala BKPSDM Zulkifli pada hari Selasa 10 Februari 2026 untuk menanyakan/mengkonfirmasi dana fantastik yang ada di OPD-nya. Dihubungi melalui WhatsApp Zulkifli tidak menjawab.
Untuk pembandingnya, dalam APBD 2025 belanja barang dan jasa di BKPSDM hanya Rp456 juta.
Angka yang fantastik yang hampir Rp27 miliar itu jika hanya untuk membayar 400 orang pramubakti, satu tahun hanya butuh Rp9,6 milyar dengan asumsi honor pramubakti Rp2 juta/bulan. Sementara anggaran yang disiapkan sebesar Rp26,9 miliar.
Ada dugaan pramubakti di Pemkot Bandarlampung lebih dari 400 orang. Dugaan itu disampaikan salah seorang ASN dan dia menyarankan untuk melihat anggaran di BKPSDM.
“Saya dengar sih lebih dari 400 orang, coba liat aja anggaran BKD (sekarang BKPSDM),” ungkapnya.
Pegawai pramubakti, adalah tenaga honorer yang masuk di atas tahun 2024. Dalam kasus di Pemkot Bandarlampung, hal itu melanggar Undang - Undang nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pasal 65 ayat satu berbunyi, pejabat pembina kepegawaian dilarang mengangkat pegawai non-ASN untuk mengisi jabatan ASN.
Untuk "mengakali" undang-undang tersebut Pemkot Bandarlampung mengubah "sebutan" honorer yang diangkat tahun 2024 menjadi pramubakti.
Semestinya pramubakti tersebut dibayarkan tidak langsung ke pegawai tapi ke pihak ketiga. Hingga saat ini belum ada informasi Pemkot Bandarlampung membuka tender untuk pihak ketiga tersebut.
Problem ke depannya adalah, para pramubakti ini yang selama ini berseragam layaknya ASN setelah diubah outsourcing tentu seragamnya berubah.
Dandy Ibrahim



