Denpom dan Polda Lampung Merazia Tempat Hiburan Malam di Bandarlampung
Zainal Asikin/Teraslampung.com BANDARLAMPUNG-Personel gabungan dari Denpom TNI AD, TNI AL , TNI AU dan Propam Polda Lampung, merazia tempat-tempat hiburan malam di Kota Bandarlampung, Sabtu (24/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 01.30 WIB...
Zainal Asikin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG-Personel gabungan dari Denpom TNI AD, TNI AL , TNI AU dan Propam Polda Lampung, merazia tempat-tempat hiburan malam di Kota Bandarlampung, Sabtu (24/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 01.30 WIB dini hari. Penegakkan ketertiban yang dinamai
Yustisi Wira Lembing itu bertujuan untuk menekan pelanggaran pidana maupun pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit anggota TNI.
Yustisi Wira Lembing yang bertujuan untuk menekan pelanggaran pidana maupun pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit anggota TNI.
Komandan Denpom TNI AD Mayor CPM Doni Windiarto didampingi dari kesatuan Denpom AL, AU dan Propam Polda mengatakan, gelar razia yang dilakukan malam hari ini kami dari Denpom 23 Bandarlampung bersama dengan Denpom TNI AL, TNI AU dan Propam Polda Lampung melaksanakanopersi penegakkan ketertiban dan Yustisi yang diutamakan pada malam hari ini di tempat-tempat hiburan malam.
Mayor CPM Doni Windiarto mengatakan, operasi dilaksanakan sejak dilaksanakannya Upacara pembukaan secara serentak yang dilakukan oleh TNI pada tanggal 13 Januari 2015 lalau. “Sejakdilaksanakannya acara tersebut, maka TNI akan melakukan operasi penegakkan ketertiban yang diberinama Yustisi Wira Lembing 2015 secara terus menerus selama satu tahun penuh. Operasi ini dilakukan bertujuan untuk menekan pelanggaran baik itu pelanggaran pidana umum maupun pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh prajurit TNI baik itu dari TNI AD, AL, AU. Selain itu juga pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri,” kata Mayor CPM Doni Windiarto kepada wartawan, Sabtu (24/1) malam.
| Semua pengunjung tempat hiburan malam diperiksa. |
Dijelaskannya, selain operasi ditempat hiburan malam, yakni ada beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan, yakni menggelar operasi dijalan raya atau swiping dijalan. Hal itupun dilakukan untukmengurangi pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI di jalan. Selain itu juga, memeriksa atau menswiping stiker-stiker atau atribut TNI. Karena sekarang ini, atribut atau stiker berlogo TNI banyak dipakai oleh orang-orang umum dan ini juga merupakan salah satu sasaran dalam razia.
“Razia ini dengan sasaran anggota TNI AD yang melakukan pelanggaran.Kami juga bersama TNI AL, AU dan Polda Lampung menyisir tempat-tempat hiburan malam di Kota Bandarlampung. Operasi ini dilakukan berutujuan, apabila dalam pelaksanaan razia ini kami mendapati anggota TNI yang melakukan pelanggaran pidana umum dan lainnya. Salah satunya adalah pelanggaran penggunaan narkoba dan akan kita proses sesuai dengan aturan hukum,”kata dia.
Ditegaskannya, apabila dalam razia ini didapat pelanggaran yang dilakukan diluar dari anggota TNI AD, pihaknya akan tetap meprosesnya kemudian selanjutnya akan diserahkan pada kesatuannya baik itu TNI AL, AU dan anggota Polri.
“Ya untuk pelaksanaan razia atau operasi ini kami tidak bisa menentukan kapan waktunya, karena operasi ini akan dilakukan selama satu tahun penuh ditahun 2015. Yang jelas kedepan kami akan melakukan operasi gabungan ini kembali, nanti kalau memang kami akan melakukan giat kembali akan saya informasikan kepada kawan-kawan media, yo dikhawatirno ben ora mrembes mas atau bocor,”tandas Mayor CPM Doni Windiarto sembari senyum.
Dari pantauan teraslampung.com dilokasi Razia tampak sejumlah personel gabungan dari Denpom TNI AD, AL, AU dan Propam Polda Lampung bersenjata lengkap dengan menggunakan kendaraan militer dan kendaraan pribadi merazia ditempat hiburan malam yang berada di daerah Telukbetung Selatan.
Tempat hiburan yang menjadi sasaran razia yakni, Santai Karaoke, Dwipa, New Dwipa, Citra, Intana, Tanaka dan Golden. Dari beberapa tempat hiburan yang dirazia oleh personel gabungan tersebut, tidak menemukan dan mendapati khusunya anggota maupun warga umum yang melakukan pelanggaran.
Diduga razia tersebut telah bocor lebih dulu sebelum petugas gabungan datang untuk merazia tempat tersebut. Sebab, tempat hiburan malam yang dirazia petugas gabungan, yang bisanya selalu ramai pada setiap malam minggu tiba-tiba langsung mendadak sepi pengunjung.



