Besok, “WWViews on Climate Change and Energy” Digelar di Jakarta
JAKARTA, Teraslampung.com — Lebih dari 100 warga Indonesia dari berbagai usia, latar belakang pendidikan dan profesi, yang diseleksi secara acak, akan berkumpul di Jakarta, Sabtu, (6/6/2015) pukul 9.00 hingga 17.00 WIB dalam aca...
JAKARTA, Teraslampung.com — Lebih dari 100 warga Indonesia dari berbagai usia, latar belakang pendidikan dan profesi, yang diseleksi secara acak, akan berkumpul di Jakarta, Sabtu, (6/6/2015) pukul 9.00 hingga 17.00 WIB dalam acara bertajuk WWViews on Climate and Energy.
Mereka berkumpul dalam ajang konsultasi publik terbesar yang pernah diadakan di dunia untuk berdebat dan menjawab pertanyaan seputar climate change atau perubahan iklim.
Kelompok masyarakat ini adalah golongan awam, bukan ahli tentang perubahan iklim. Termasuk di dalam kelompok tersebut adalah petani, pengusaha, nelayan, ibu rumah tangga dan mahasiswa. Mereka akan diminta menjawab beragam pertanyaan — yang mungkin adalah pertama kalinya ditanyakan kepada mereka. Misalnya: “Apakah anda peduli terhadap dampak perubahan iklim?”
Jawaban dari seorang petani, ibu rumah tangga, nelayan, mahasiswa dan pengusaha mungkin sekali akan berbeda. Namun dari situlah kita akan dapat mengetahui ragam pendapat dan dalamnya, atau kurangnya, pemahaman masyarakat Indonesia tentang perubahan iklim.
Ajang konsultasi publik dan debat ini dinamakan World Wide Views on Climate and Energy (WWViews on Climate and Energy), di mana perwakilan negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan ambil bagian di dalamnya.
WWViews on Climate Change and Energy adalah kegiatan konsultasi publik terbesar yang pernah diadakan yang membahas tentang perubahan iklim dan energi. Kegiatan ini akan memberikan informasi tentang pemahaman masyarakat di seluruh dunia mengenai perubahan iklim dan pemanfaatan transisi energi.
Di Indonesia, WWViews on Climate and Energy akan berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juni 2015 mulai pukul 09:00 hingga 17:00 WIB di Gedung Yustinus lantai 15 Universitas Katolik Atma Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 51, Jakarta Selatan.
Konsultasi publik ini akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Masyarakat akan menyatakan pendapat pribadinya terhadap pertanyaan yang sama dengan yang ditujukan kepada warga negara yang lain. Pertanyaan yang akan diajukan telah disusun untuk mencerminkan kontroversi saat negosiasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan diskusi politik secara umum tentang perubahan iklim dan energi. Peserta akan berdebat dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari enam hingga tujuh orang. Satu fasilitator akan mendampingi setiap kelompok untuk memastikan peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyatakan pendapatnya.
Pada KTT/COP21 di Paris tahun 2015, akan menjadi yang pertama kalinya dalam negosiasi PBB selama lebih dari 20 tahun berusaha mencapai kesepakatan menyeluruh tentang iklim dan mengikat secara hukum dengan tujuan menjaga pemanasan global di bawah 2°C.
Hasil debat dan konsultasi publik ini akan disiarkan saat itu juga (real time) melalui internet di pranala: http://climateandenergy.wwviews.org/results/. Perangkat ini mempermudah eksplorasi dan perbandingan hasil konsultasi publik. Hasil dari sebuah negara dapat langsung dibandingkan dengan pendapat dari negara lain. Sebagai contoh, kita dapat dengan mudah membandingkan antara pendapat dari negara berkembang dan negara maju, atau sesama negara berkembang lainnya.
Saat ini, sebanyak 106 wilayah dari 80 negara di dunia telah menyatakan konfirmasi untuk mengikuti WWViews ini. Negara-negara atau wilayah yang berada di bagian timur bumi akan mulai terlebih dahulu (termasuk Indonesia) dan kemudian dilanjutkan dengan negara-negara di belahan bumi sebelah barat.
Seluruh warga negara di dunia yang mengikuti debat konsultasi publik ini akan menerima informasi yang sama, baik sebelum kegiatan dilaksanakan maupun pada saat konsultasi publik berlangsung. Informasi tersebut berisi pernyataan pro dan kontra, serta pendapat tentang kebijakan perubahan iklim dan energi serta informasi tentang target dan evaluasi kebijakan tersebut. Seluruh kegiatan akan mengikuti tata cara dan agenda yang sama agar hasil konsultasi yang berupa pendapat masyarakat dapat dibandingkan antarnegara.
Beberapa lembaga di Indonesia terlibat pada persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini, antara lain adalah Yayasan Peduli Konservasi Alam (PEKA) Indonesia, Program Studi Komunikasi Universitas Atma Jaya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Femina Group.
Kami mengundang jurnalis untuk menghadiri konsultasi publik global ini. Pertemuan awal antara panitia dan jurnalis akan dilaksanakan pada pukul 09:00 WIB, sebelum pembukaan. Di sini, jurnalis dapat mengetahui gambaran umum kegiatan dan bagaimana konsultasi publik ini akan berlangsung.
Ada tiga sesi untuk wawancara dengan panitia penyelenggara dan perwakilan masyarakat: sebelum acara dimulai, pada saat istirahat dan pada akhir kegiatan. Meja khusus akan tersedia bagi jurnalis yang meliput dan tersedia juga kesempatan untuk mengikuti diskusi di meja-meja kelompok yang dipimpin oleh fasilitator kelompok untuk melihat dan mendengar langsung diskusi di antara perwakilan masyarakat di Indonesia.(rls)



