Upaya Antisipasi Narkoba, Wakil Walikota Terus Koordinasi Dengan Camat, Lurah, dan Babinkamtibmas
Wakil Walikota Yusuf Kohar, di ruang kerjanya, Rabu (27/4) BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Bandarlampung Wakil Walikota Yusuf Kohar menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh camat dan l...
| Wakil Walikota Yusuf Kohar, di ruang kerjanya, Rabu (27/4) |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Bandarlampung Wakil Walikota Yusuf Kohar menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh camat dan lurah serta Babinkamtibmas di Kota Bandarlampung sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi peredaran Narkoba.
“ Sebagai upaya preventif, kami akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh camat, lurah dan Babinkamtibmas. Selain itu juga sebagai upaya antisipasi akan dilakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba melalui stiker, pamlet dan sosialisasi dengan penyuluhan di sekolah- sekolah Kota Bandarlampung,” kata Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Koha , di ruang kerjanya, Rabu (27/4).
Menurut Yusuf Kohar, Badan Narkotika Kota Bandarlampung memiliki program sosialisasi BNK terpadu, dan apa yang menjadi kekurangan program dari kepengurusan lalu akan dibenahi. Intinya BNK mendukung semua kegiatan anti Narkoba baik di instansi terkait dan juga vertikal.
“Pada Juli 2016 ada Hari Anti Narkoba sekalian juga pelantikan pengurus BNK dan jalan sehat anti Narkoba . Pelantikan pengurus diperkirakan pada pertengahan Juli 2016,” ujarnya.
Menurut Kohar, acara gerak jalan sehat ini juga merupakan salah satu upaya sosialisasi gerakan anti Narkoba. Pembagian stiker dan pamlet akan dilakukan untuk gerakan antisipasi.
“Masalah narkoba ini bukan hanya urusan Pemkot Bandarlampung, tetapi sudah nasional. Kita akan ajak bicara lurah dan camat untuk antisipasi bahaya narkoba. Sementara itu, soal PNS sudah diingatkan oleh Walikota Herman HN bahwa nanti akan ada pemeriksaan urine secara mendadak, termasuk walikota, wakil dan sekda serta semua PNS di Kota Bandarlampung. Jadi tidak boleh dibocorin kapan waktunya. Pokoknya dalam waktu dekat,” katanya.
Yusuf Kohar juga menyatakan bahwa masalah Narkoba adalah masalah individu masing- masing yang berhubungan dengan gengsi dalam pergaulan.
“ Narkoba itu gaya hidup gengsian dalam pergaulan lelaki. Katnya kalau tidak pakai tidak macho. Kuncinya untuk menghindari Narkoba adalah menerapkan pola hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Yusuf Kohar juga berharap agar gerakan anti Narkoba akan dilakukan secara terus menerus dan masif secara serentak oleh semua pihak. Mulai dari eksekutif dan juga legislative mendukung adanya upaya gerakan anti Narkoba.
“Jangan ada teriak antinarkoba tetapi di sekitar kita ada yang melakukan tebang pilih. Gerakan ini harus simultan dan serentak termasuk juga melibatkan anggota DPRD. Gerakan ini serentak dilakukan jangan hanya omongan saja.”
Mas Alina Arifin



