Terkait Disiplin, Wakapolres Lamtim Bantah Pukul Anak Buahnya
SUKADANA, Teraslampung.com — Brigadir Tamrim masih tergolek di RSU Sukadana, Lampun Timur, Kamis (4/6), setelah dipukul oleh Wakapolres Lampung Timur Kompol Indra Widiatmoko, pada Rabu lalu (3/6). Brigadir Tamrin mengaku dia ditinju atasannya...
SUKADANA, Teraslampung.com — Brigadir Tamrim masih tergolek di RSU Sukadana, Lampun Timur, Kamis (4/6), setelah dipukul oleh Wakapolres Lampung Timur Kompol Indra Widiatmoko, pada Rabu lalu (3/6).
Brigadir Tamrin mengaku dia ditinju atasannya di bagian ulu hati sehingga menyebabkan dirinya sakit.
Menurut Brigadir Tamrin, sanksi pukulan yang dilakukan atasnnya itu bukan hanya karena dirinya jarang bertugas, tetapi memang ada dendam pribadi.
Sementara itu, setelah kasus pemukulan merebak di media lokal dan media sosial, Kompol Indra Widiatmoko dengan tegas membantahnya.
Ia mengaku hanya memberikan pembinaan kepada anak buahnya yang tidak pernah masuk kerja. Menurut Indra, selaku Wakapolres dirinya memang berwewenang memberikan pembinaan, Namun, Indra membantah pembinaan kepada Brigadir Tamrin dilakukan dengan cara memukul di depan umum.
“Saya tidak ngapa-ngapain dia Saya hanya mendekatinya dan mendorong perutnya. Saya tidak memukul anggota saya di depan umum. Yang bersangkutan itu sebenarnya sudah tidak pernah masuk. Yang kena hukuman tidak hanya dia, tetapi ada tiga anggota Polres Lampug Timur. Tapi tidak benar bahwa pembinaan saya lakukan dengan pemukulan.” kata dia, Kamis ((4/6/2015).
Dua anggota Polres Lampung Timur yang juga mendapat hukuman karena tidak pernah disiplin adalah Aiptu Selamet Santoso dan Bripka Matzili.
Menurut Indra, hukuman yang dia berikan kepada anak buahnya hanya berupa teguran lisan. Khusus kepada Tamrin, kata Indra, selain memberi teguran lisan juga mendorong perutnya.



