Pengerjaan Proyek Jalan Penghubung Napal—Desa Tanah Abang Diduga tak Sesuai Standar

Feaby/Teraslampung.com Jalan onderlaag Kota Napal-Desa Tanah Abang, Senin (2/2. Kotabumi–Jalan onderlaag yang dibangun dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Kota Napal, Kecamatan...

Pengerjaan Proyek Jalan Penghubung Napal—Desa Tanah Abang Diduga tak Sesuai Standar

Feaby/Teraslampung.com

Jalan onderlaag Kota Napal-Desa Tanah Abang, Senin (2/2.

Kotabumi–Jalan onderlaag yang dibangun dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Kota Napal, Kecamatan Bunga Mayang disinyalir tidak sesuai standar. Pantauan di lokasi, Senin (2/2) sekitar pukul 14:00 WIB, bebatuan di jalan yang menjadi penghubung antara Kota Napal dan Desa Tanah Abang tersebut tak melekat di tanah. Kuat dugaan bebatuannya hanya sekedar ditabur tanpa digilas menggunakan alat berat.

Tak hanya itu, bebatuan di jalan penghubung itu juga banyak yang menumpuk di satu sisi. Sementara sisi lainnya malah kosong tanpa batu alias jarang – jarang. Bebatuannya juga hanya menumpuk di bagian tengah jalan. Sedangkan kedua bagian tepi jalan nyaris tak berbatu karena terlalu sedikit. Selain itu, tidak terlihat plang nama proyek berikut besaran serta sumber dana terkait pembangunan jalan tersebut.

Erna, warga sekitar mengatakan lantaran kualitas jalan penghubung yang tengah dibangun tersebut terbilang buruk, warga sekitar enggan menggunakan jalan itu. “Susah lewat jalan itu. Lihat saja batu – batunya seperti itu,” katanya sembari menunjuk jalan dimaksud.

Menurut Erna, pengerjaan proyek jalan penghubung tersebut dikerjakan sekitar awal tahun ini. Dimana kondisi jalan semenjak awal dibangun memang seperti demikian.

“Kondisinya dari awal memang seperti itu,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Yatno, warga sekitar lainnya juga menyatakan bahwa sedari awal dikerjakan, kondisi jalan penghubung memang seperti itu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui persis mengenai proyek jalan berikut besaran dananya.

“Namanya juga orang kampung mas, mana tahu kami urusan gituan,” katanya dengan polos.

Sementara, Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Hendra Khesuma ketika dikonfirmasi di kantornya, berkilah bahwa pekerjaan jalan tersebut memang belum rampung dikerjakan karena masih terdapat bagian yang belum digilas dengan alat berat.

“Pekerjaan itu memang belum selesai. Ada yang sudah digilas dan ada yang belum,” kelit dia dengan entengnya.