Tertimpa Pohon Tumbang: Istri Meninggal, Suaminya Kritis

Jenazah Wahyu Puji Astuti sebelum dibawa ke rumah duka. KOTABUMI–Sepasang suami – isteri menjadi korban pohon tumbang di Jalan Abung Raya Timur, Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (5/2) sekitar pukul 15:15 WIB. Akibat peristiwa nahas...

Tertimpa Pohon Tumbang: Istri Meninggal, Suaminya Kritis
Jenazah Wahyu Puji Astuti sebelum dibawa ke rumah duka.

KOTABUMI–Sepasang suami – isteri menjadi korban pohon tumbang di Jalan Abung Raya Timur, Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (5/2) sekitar pukul 15:15 WIB. Akibat peristiwa nahas itu, Wahyu Puji Astuti (42) meninggal di lokasi kejadian. Sementara suaminya, Senen Yulianto (49) masih dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu (RSUDR) Kotabumi.

Doni (30), yang kebetulan berpapasan dengan korban sebelum kejadian nahas itu terjadi menceritakan bahwa motor Suzuki Shogun BE 8160 JH yang dikendarai pasangan suami – isteri nahas yang belakangan diketahui warga Dusun Sumber Arum, Desa Pancasila, Kotabumi itu tertimpa pohon Rengas saat melintas tepat di atas Jembatan Sungai Way Umban. Kala itu, kedua korban melaju dari arah pasar pagi, Kotabumi.

Kedua korban langsung terpental dari motor yang mereka gunakan. Motor korban pun sempat menghantam motor miliknya. Motor yang dikendarainya pun sempat terbalik akibat hantaman kendaraan korban.

“Korban dari arah pasar. Sedangkan saya dari Abung Timur,” kata dia.

Menurut Doni, isteri korban langsung menghembuskan napas terakhirnya di lokasi dengan. Isteri korban terluka parah di kepala bagian kiri. Sedangkan suaminya yang daalam kondisi kritis langsung dibawa warga menuju RSUR.

“Isterinya langsung meninggal di tempat,” terangnya.

Sementara saksi lainnya yang keberatan disebutkan namanya, menuturkan, dirinya beserta isteri yang hendak daerah Banyu Urip, Desa Kotabumi Ilir terkejut lantaran melihat kedua korban terkapar di atas aspal. Melihat hal itu, ia dan warga lainnya langsung membawa suami korban ke RSUR.

“Saya dengan warga lainnya langsung bawa suami korban ke RSU Ryacudu,” jelas dia.

Senen Yulianto dibawa ke RSUD Ryacudu Kotabumi

Di tempat yang sama, Camat Kotabumi, Nujum Masya membenarkan bahwa penyebab pohon khas pinggiran sungai tersebut tumbang karena pohon itu sengaja dibakar sejumlah warga. Hal ini dibuktikan dengan masih terlihatnya bara api berikut asap yang mengepul dari patahan pohon itu.

 “Sepertinya dibakar. Lihat saja masih ada asapnya,” terangnya.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit llakalantas) Polres Lampura, ‎Ipda. Tarmudji mengatakan kejadian tersebut bukan merupakan kecelakaan. “Itu bukan lakalantas, tanya saja dengan Kapolsek,” dalih dia.

Pantauan di lokasi, jenazah korban sempat dibiarkan warga di atas jalan selama hampir 1,5 jam sebelum diangkut oleh mobil ambulans milik RSUR. Selain itu, masih tampak bara api dan kepulan asap dari sumber patahan pohon perenggut nyawa tersebut.