Terintegrasi dengan Kampus dan Kota Baru, Proyek Infrastruktur MBBPT akan Tingkatkan Akses Lampung
Seminar “Kesiapan Pemprov Lampung Terkait Wilayah Pengembangan Strategis MBBPT”, di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Selasa (8/9/2015). BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Proyek infrastrukur Merak – Bakauheni – Banda...
| Seminar “Kesiapan Pemprov Lampung Terkait Wilayah Pengembangan Strategis MBBPT”, di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Selasa (8/9/2015).
|
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Proyek infrastrukur Merak – Bakauheni – Bandarlampung- Palembang- Tanjung Api-Api (MBBPT) akan meningkatkan akses Lampung. Selain itu, kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung juga akan mempercepat Lampung menjadi kawasan metropolis yang terintegrasi dengan kawasan industri dan pendidikan.
“WPS MBBPT merupakan konsep pengembangan wilayah berbasis koridor jalan tol. Adapun jalan nasional Bakauheni – Palembang sebagai backbone WPS,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Kemen PU PUR Ir. Rezeki Peranginangin, saat menjadi narasumber Seminar “Kesiapan Pemprov Lampung Terkait Wilayah Pengembangan Strategis MBBPT”, di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Selasa (8/9/2015).
Proyek MBBT merupakan salah satu dari 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 2015-2019 yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurut Rezeki, agar proyek itu berjalan lancar diperlukan keterpaduan perencanaan antara infrastruktur dengan pengembangan kawasan strategis dalam WPS dan penyelarasan program antarinfrastruktur. Yakni terkait fungsi, lokasi, waktu, sasaran, dan dana.
Rezeki Paranginangin mengatakan, WPS MBBPT akan sangat berpengaruh kawasan Itera, Universitas Lampung. IAIN Radin Intan Bandarlampung, dan Kotabaru Lampung.
“Nanti akan terjadi peningkatan aksesibilitas kawasan Itera, Unila, IAIN Radin Intan,dan Kota Baru dari pulau Jawa, Bandar Lampung, Palembang dan Tanjung Api-api. Selain itu, konektivitas dengan pusat kegiatan industri dan perkotaan, termasuk kelancaran distribusi barang dan jasa serta peningkatan mobilitas penduduk dan tenaga kerja,” katanya.
Selain itu, kata Rezeki, juga akan terdapat pengaruh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Yaitu peningkatan keterkaitan sektor ekonomi kawasan Itera, Unila, IAIN Radin Intan, dan Kota Baru dengan rantai perekonomian wilayah.
“Jalan tol juga membuka peluang keterbukaan potensi ekonomi baru kawasan Itera, Unila, IAIN Raden Intan, dan Kota Baru, serta terbentuknya kawasan Metropolitan,”katanya.
Sementara itu Kepala Bappeda Taufik Hidayat menjelaskan, periode RPJMD 2015-2019 atau tahap ke-3 RPJPD 2005-2025 terdapat beberapa program prioritas yang direncanakan akan segera dibangun di Provinsi Lampung. Antara lain pengembangan Metropolitan Bandara Lampung, dengan Bandar Lampung sebagai Kota Induk dan Kawasan di sekitarnya (Metro, Natar, Gedung Tataan, Jati Agung), pembangunan jalan tol dan pembangunan Jaringan Kereta Api yang erintegrasi dengan Jaringan Kereta Api Trans Sumatera.
Selain itu Pemprov Lampung juga akan mengembangkan Kawasan Industri di Ketapang dan Tanjungintang di Lampung Selatan serta Kabupaten Mesuji.
“Semuanya terintegrasi dengan Jalan Tol dan Pelabuhan,serta Kawasan Industri Maritim yang terkoneksi dengan Pelabuhan Laut. Termasuk juga pengembangan energi panas bumi dan pembangkit listrik Mulut Tambang dan pengembangan Bandara serta Pelabuhan Laut,” kata dia.





