Produksi Padi Lampung Hingga September 2015 Capai 3,56 Juta Ton GKG

Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi, Bupati Pringsewu Sujadi, dan Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir.Tri Agustin Satriani dalam acara pencanangan  Gerakan Penanganan Pascapanen Padi,...

Produksi Padi Lampung Hingga September 2015 Capai 3,56 Juta Ton GKG
Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi, Bupati Pringsewu Sujadi, dan Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir.Tri Agustin Satriani dalam acara pencanangan  Gerakan Penanganan Pascapanen Padi, di Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Selasa (8/9/2015). Foto: Ist/Humas

PRINGSEWU, Teraslampung.com — Pemerintah pusat yakin Pemprov Lampung dapat mencapai target produksi  padi pada 2015 sebesar 1 juta ton gabah kering giling (GKG). Keyakinan itu muncu;l karena hingga September 2015 produksi padi di Provinsi Lampung sebesar 3,56 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah ini meningkat sebesar 16,30 persen dari angka tetap produksi padi Lampung 2014, yakni 3,2 juta ton GKG.

“Kami yakin Lampung dapat pencapai target produksi padi yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni sebesar 4,2 juta ton GKG. Melihat besarnya potensi dan tekad kuat dari seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan petan,  saya yakin dapat mensukseskan pencapaian swasembada padi berkelanjutan,” kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir.Tri Agustin Satriani, dalam acara pencanangan Gerakan Penanganan Pascapanen Padi, di Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Selasa (8/9/2015).

Pencanangan Gerakan Penanganan Pascapanen Padi itu ditandai dengan panen padi musim gaduh.menggunakan mesin perontok di Pekon Sumberagung.

“Salah satu dari strategi utama penguatan pembangunan pertanian adalah pengamanan produksi dari susut hasil (losses) melalui penanganan pascapanen,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Prov Lampung Arinal Djunaidi mengatakan,perbaikan teknologi pascapanen diperlukan untuk memperkecil susut hasil panen.

“Bukan hanya untuk meningkatkan produksi, nilai tambah dan pendapatan usaha petani. Tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Berbagai inovasi teknologi dalam bidang alat dan mesin pun terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan pertanian serta kebutuhan untuk pemecahan masalah pertanian di lapangan,” kata Arinal.

Arinal mengimbau petugas lapangan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dibidang pertanian. Kontak Tani Nelayan Andalan juga diharapkan menjadi contoh dalam melakukan  penerapan teknologi tepat guna spesifik lokasi terutama terkait panen dan pasca panen. Kepada petani, diminta untuk melaksanakan kegiatan dengan sungguh-sunggu, sehingga memperoleh pendapatan yang lebih maksimal.

Bupati Pringsewu Sujadi Sadad mengatakan, pada tahun 2015 diperkirakan luas areal padi di di Pringsewu 10.590 hektare  atau selisih 259 hektare dari luas tanam pada musim tanam gadu.

Areal tanaman padi seluas itu, kata Sujadi, menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebanyak 58.245 ton. “Di Kecamatan Ambarawa diperkirakn panen seluas 1.603 hektar dengan produksi GKG 8.815 ton. Ambarawa merupakan satu-satunya kecamatan yang mengalami peningkatan panen pada musim gadu tahun ini. Tahun lalu 1.600 hektar tahun ini mencapai 1.619 hektare,” jelas Bupati.

Menurut Sujadi, kendala utama petani padi saat ini adalah keterbatasan air irigasi dan akibat kemarau dan rusaknya saluran primer.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Lana Rekyanti mengatakan, dalam kegiatan tersebut pemerintah memberikan bantuan Combine Harvester Kecil 168 unit, Vertical Dryer Padi 7 unit, Flat Bed Dryer 3 unit, Corn Sheller 130 unit, Vertical Dryer Jagung 16 unit dan Power Thresher Multiguna 40 unit.