Petani Way Kanan Keluhkan Anjloknya Harga Cabai

BARADATU, Teraslampung.com — Musim panen cabai kali ini membuat para petani cabai di Baradatu Kabupaten Waykanan terancam rugi. Pasalnya, harga cabai kini  terus anjlok. Saat ini harga cabai merah besar di tingkat petani hanya R 15 hingg...

Petani Way Kanan Keluhkan Anjloknya Harga Cabai

BARADATU, Teraslampung.com — Musim panen cabai kali ini membuat para petani cabai di Baradatu Kabupaten Waykanan terancam rugi. Pasalnya, harga cabai kini  terus anjlok. Saat ini harga cabai merah besar di tingkat petani hanya R 15 hingga  Rp18 ribu per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya harga cabai merah besar mencapai Rp 80 ribu per kg. Kondisi tersebut membuat petani mengeluh karena mengalami kerugian besar.

Menurut Sera (50), salah seorang petani cabai merah di Dusun Pekongan Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan, harga jual di tingkat petani saat ini lebih rendah daripada biaya yang harus dikeluarkan.

Harga jual cabai di tingkat petani berkisar Rp 15 an ribu per kg tidak sesuai dengan harapan apalagi curah hujan yang tinggi dan hama penyakit tanam cabai yang merata dialami para petani cabai saat ini itu jauh berbeda dengan biaya produksi cabai yang ditanam tempo lalu.

”Para petani cabai jelas merugi, harga akan terus turun kedepan sedangkan buah cabai banyak rontok akibat musim hujan yang tinggi saat ini selain itu hama penyakit mengerogoti pohon cabai dengan akar membusuk lalu berakibat matinya pohin cabai ” ujarnya.

Sutiyoso,  juga petani cabai di Way Kanan, mengaku anjloknya harga cabai saat ini men gancam keberlangsungan puluhan hektare lahan milik petani cabai di kampuingnya. Sebab, harga cabai yang turun drastis, petani dipusingkan berbagai penyakit yang menyerang. Misalnya daun keriting dan hama patek.

”Petani berharap pemerintah setempat bisa memberi solusi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Untung, petani cabai Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu. Dia mengatakan, jika harga cabai terus anjlok, para petani tak mampu menanam kembali selain ongkos produksi tinggi dan harus disibukan untuk mencari obat hama tanaman.

”Saya juga bingung, ratusan cabai layu lalu mati, akarnya membusuk ditambah pohon cabai saya habis digenangi air akibat hujan yang tinggi saat ini,” ungkapnya.

Untung mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga cabai. Tetapi, bapak satu anak tersebut menduga, anjloknya harga cabai bisa jadi terkait dengan datangnya musim panen seperti saat ini. ”Pemerintah harus bertindak. Jika tidak, harga cabai akan semakin hancur. Harus ada solusi. Seperti membeli cabai petani untuk dikeringkan,” katanya.