Pemprov Lampung Terus Berupaya Percepat Proyek Jalan Tol Trans Sumatera
Rakor perkembangan proyek JTTS, di Pemprov Lampung, Jumat (14/8/2015). BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar. Perkembngan...
| Rakor perkembangan proyek JTTS, di Pemprov Lampung, Jumat (14/8/2015). |
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar. Perkembngan pembangunan dibahas secara menyeluruh dalam Rapat, hari ini (14/8) yang dipimpin Sekretaris Daerah Prov. Lampung Arinal Djunaidi. Rapat membahas capaian pelaksanaan proyek JTTS yang dilaksanakan Tim I dan Tim II Percepatan Pembangunan Jalan Tol.
Rapat dihadiri Direktur Pengadaan Lahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (BPN-RI), Kepala Percepatan Pembangunan Jalan Tol Sumatera Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suseta, Ketua Tim I Percepatan Persiapan Pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Adeham, Ketua Tim II Percepatan Persiapan Pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Tauhidi, serta perwakilan BPN Lampung Selatan, BPN Lampung Tengah dan BPN Pesawaran dan anggota tim.
Dipaparkan, Tim I telah melaksanakan berbagai tahapan hingga terbitnya Surat Keputusan Gubernur Lampung untuk 11 Kecamatan pada 57 desa yang wilayahnya dilewati jalan tol. Realisasi saat ini telah mencapai 97% (sepanjang 100,7 km dari 104,7 km). Sehingga masih tersisa dua desa lagi, karena adanya perubahan titik koordinat patok. Yakni yang bersentuhan dengan akses pintu keluar Rencana perpanjangan Landasan Pacu Bandara Raden Intan II.
Dijelaskan Ketua Tim I Asisten Bidang Ekbang Adeham, pembuatan badan jalan tol telah dimulai di Desa Bakauheni kec. Bakauheni Lampung Selatan sepanjang 0,5 km di lahan ASDP Bakauheni. Sedangkan di desa Sabah Balau kec. Tanjung Bintang. Lampung Selatan sepanjang 2,9 km di Lahan Perkebunan PTPN VII Lampung.
Selain itu, sambung Asisten, telah dilakukan mobilisasi alat berat dan pembuatan kantor di lokasi kegiatan oleh 4 BUMN. Yakni PT. Perumahan Pemukiman (PP), PT. Waskita Karya, PT. Adhi Karya dan PT Wijaya Karya serta selaku Koordinator PT. Hutama Karya.”Adapun untuk Pengukuran bidang tanah telah dilakukan di 2 desa yaitu desa Bakauheni dan Desa Sabah Balau.
Sementara itu Ketua Tim II Asisten Bidang Pemerintahan Tauhidi menjelaskan, tahapan pelaksanaan pengadaan tanah yang dilaksanakan oleh Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung. BPN Kabupaten pesawaran telah melaksanakan pengukuran dan pemetaan lahan di enam desa. Dari enam desa tersebut, di Desa Batanghari Ogan telah dilanjutkan dengan pengumuman kepada masyarakat desa.
“Selanjutnya jika sampai dengan tidak ada sanggahan, maka BPN akan menyerahkan hasil pengukuran dan pemetaan tersebut kepada tim appraaisal (penilai). Tim appraisal akan melaksanakan penilaian terhadap lahan yang sudah diidentifikasi oleh Badan Pertahanan Nasional Kabupaten Pesawaran,” terang Tauhidi.
Mas Alina/Rls





