Menyombongkan Diri di Depan Anggota Dewan Lampura, Kepala Sekolah Ini Bersikap tak Sopan

Feaby/Teraslampung.com Ini cara duduk dan gaya Junaidi (kemeja) saat ikut rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Lampung Utara, Kamis (29/10).   Kotabumi–Kepala SMKN I Hulu Sungkai, Lampung Utara, Junaidi bersikap tidak so...

Menyombongkan Diri di Depan Anggota Dewan Lampura, Kepala Sekolah Ini Bersikap tak Sopan

Feaby/Teraslampung.com

Ini cara duduk dan gaya Junaidi (kemeja) saat ikut rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Lampung Utara, Kamis (29/10).  

Kotabumi–Kepala SMKN I Hulu Sungkai, Lampung Utara, Junaidi bersikap tidak sopan saat mengikuti rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan Komisi IV DPRD, Kamis (29/10) pagi, Sikap kurang sopan yang dipertontonkan oleh Junaidi melalui cara duduknya yang terkesan seenaknya. Selain itu, yang bersangkutan kerap memegang janggutnya dan bergaya ‘petantang – petenteng’ saat duduk saat anggota Komisi IV maupun Kepala Disdik sedang berbicara.

Rapat itu digelar karena  gagalnya rencana penyuluhan bahaya narkoba yang akan dilakukan oleh Fraksi Partai Demokrat dan Polres di SMKN 1 Hulu Sungkai. 

Meski Kepala Disdik, Adrie telah menyampaikan permohonan maafnya kepada Fraksi Partai Demokrat melalui Komisi IV, yang bersangkutan terkesan tak tulus saat meminta maaf atas insiden yang terjadi di sekolahnya. Bahkan, saat menyampaikan permohonan maaf ia malah kembali menyinggung persoalan itu yang pada intinya gagalnya rencana penyuluhan itu bukan mutlak kesalahannya dan ia juga sempat menyombongkan diri tentang pengalamannya saat menjadi Kepala Sekolah di Singapura.

Gaya Junaidi (kemeja putih) saat hearing dengan anggota Dewan

“Karena Pak Kadis (Kepala Dinas) sudah meminta maaf, saya juga minta maaf. Saya sudah 12 tahun jadi Kepala Sekolah dan pernah jadi Kepala Sekolah di Singapura,” katanya dengan jumawa.

Perkataan Junaidi sontak memantik kembali emosi sejumlah anggota Komisi IV yang sebelumnya sempat mereda usai mendengar permohonan maaf Kepala Disdik.

“Ini kan sudah selesai. Kalau mau minta maaf, buat apa diperlebar sana – sini lagi. Apalagi bicara pengalaman anda di Singapura,” sergah anggota Komisi IV, Triyono yang langsung membuat Junaidi dan peserta rapat lainnya terdiam.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Jony Bedial yang didampingi oleh Sekretaris Komisi, Sandi Juwita beserta sejumlah anggota Komisi lainnya ini sendiri ditutup dengan kesimpulan bahwa persoalan ini sudah selesai seiring dengan permohonan maaf dari pihak Disdik dan pihak SMKN I Hulu Sungkai.

Junaidi (baju putih)

“Kalau untuk Komisi IV, kami anggap perkara ini sudah selesai. Tapi, kalau untuk rekan – rekan di Fraksi Partai Demokrat, kami tak berani mengambil keputusan,” kata Sandi Juwita sesaat sebelum menutup rapat.

Usai rapat Sandi juga sempat mengutarakan ‘kekesalannya’ melihat sikap tidak sopan yang dipertontonkan oleh Junaidi dalam rapat tersebut kepada awak media.

“Lihat saja, Kepseknya aja duduknya seperti itu. Petantang – petenteng,” sindir Sandi.

Diketahui, kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dari FPD yang bekerja sama dengan Polres terpaksa di SMKN I Hulu Sungkai terpaksa batal digelar pada Kamis (28/10). Pihak sekolah beralasan bahwa acara itu belum mendapat ‘restu’ dari Disdik. Padahal, FPD sendiri telah jauh hari menyampaikan rencana ini kepada Kepala SMKN I Hulu Sungkai, Junaidi. Parahnya lagi, Junaidi malah tak berada tak ada di tempat saat kejadian itu berlangsung. Gagalnya rencana penyuluhan yang telah dipersiapkan oleh FPD dan Polres ini tak pelak membuat FPD meradang sehingga berujung pada pemanggilan para pejabat Disdik dan pihak sekolah melalui Komisi IV DPRD.‎