Lukman Hakim Pascapensiun sebagai Walikota Metro: Batal Beternak Itik, Ingin Jadi Ketua RW

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Sekitar dua tahun lalu, Lukman Hakim secara bercanda pernah mengaku kepada Teraslampung.com akan beternak itik sambil berkebun jika selesai menjabat sebagai Walikota Metro. Namun, ‘program’ Lukman berubah ketika saat...

Lukman Hakim Pascapensiun sebagai Walikota Metro: Batal Beternak Itik, Ingin Jadi Ketua RW

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Sekitar dua tahun lalu, Lukman Hakim secara bercanda pernah mengaku kepada Teraslampung.com akan beternak itik sambil berkebun jika selesai menjabat sebagai Walikota Metro. Namun, ‘program’ Lukman berubah ketika saat (selesai menjabat sebagai Walikota itu tiba.

“Setelah ini, saya  kembali ke masyarakat. Saya akan mendaftar  jadi ketua RW dan jadi penjaga masjid saja. Saya ingin mendedikasikan diri untuk kegiatan sosial di Metro. Selama berpuluh tahun saaya mendedikasikan diri pada Metro dan mungkin sampai akhir hayat akan tetap di Metro,” kata Lukman Hakim, usai acara pelantikan Chrisna Putra sebagai Penjabat Walikota Metro, di Balai Keratun Pemprov Lampung, Kamis (20/8/2015).

Sebagai mantan walikota, Lukman mengaku  dirinya siap memberikan saran dan masukan agar Metro lebih baik lagi.

“Saya siap jika dimintai saran dan masukan terkait pembangunan di Metro.  Saya juga berpesan kepada  jajaran saya agar dapat melayani seperti  saya dan bahkan lebih baik lagi ke depan. Juga harus lebih baik lagi terkait netralitas dalam pilkada. Pokoknya, Metro ke depan harus lebih baik lagi,” kata mantan Camat Seputih Raman ini.

Menurut mantan tukang mengantar surat dan tukang ketik di Pemkab Lampung Tengah ini, dirinya sudah membangun landasan untuk menjadikan Metro sebagai Kota Pendidikan. Terkait hal itu, Lukman mengaku tidak bisa menilai dirinya apakah landasan itu sudah berhasil atau belum.

“Saya pribadi merasa bahwa landasan (Metro sebagai Kota Pendidikan) sudah kokoh. Rancangan Metro sebagai Kota Pendidikan sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan  Jangka Menengah dan Rencana Pembangunan  Jangka Panjang  hingga 2025.” Katanya.

Lukman mengaku, konsep Kota Pendidikan sebenarnya dilandasi oleh kondisi Kota Metro yang sama sekali tidak memiliki sumber daya alam ( SDA)   yang memadai untuk pembangunan sebuah kota.

“Maka, potensi SDM harus dimajukan  untuk menjadi kota pendidikan. Kota Pendidikan hanya akan menjadi mimpi jika program pendidikan seperti jam belajar masyarakat  belum sempurna  dilaksanakan,” katanya.

Mas Alina Arifin