Keluarga Korban Kebakaran Berharap Uluran Tangan Pemkab Lampung Utara
Feaby/Teraslampung.com Herawati, korban kebakaran rumah di Dusun II, Desa Negeri Ujung Karang, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, masih tergolek lemah di RSU Ryacudu Kotabumi. Rabu (26/8). Ia mengalami luka bakar di sebagian b...
Feaby/Teraslampung.com
KOTABUMI–Keluarga korban kebakaran di Dusun II, Desa Negeri Ujung Karang, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara (Lampura), Selasa (26/8), berharap adanya uluran tangan Pemkab Lampung Utara. Tiga korban kebakaran rumah tersebut, yakni Agustina (28), Farel (5), anak Agustina; dan Herawati (52), mertua Agustina; hingga kini masih dirawat di RSU Ryacudu.
“Kami berharap ada kepedulian. Sampai sekarang belum ada bantuan apa pun dari Pemkab kepada keponakan saya,” kata paman korban Agustina, Sudirman, saat ditemui di ruang bedah RSU, Rabu (26/8).
Sudirman mengaku, hingga kini belum ada sedikit pun bantuan dari Pemkab sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Kami sangat berharap mereka (korban) dapat pengobatan semaksimal mungkin. Tapi kalau bisa, Pemkab juga membantu memperbaiki rumah mereka yang kini tinggal puing – puing,” tuturnya.
| Farel (5 tahun) mengalami luka bakar di wajah, kaki kiri, dan tangannya. |
Di tempat yang sama, tetangga korban, Jonizar, menceritakan bahwa peristiwa nahas yang membuat sekujur tubuh ketiga tetangganya melepuh tersebut, bermula saat Agustina yang yang ditemani anaknya terkejut melihat percikan api dari arah tempat tabung gas 3 Kg.
Dalam hitungan detik, api itu langsung menyambar jeriken besar berisikan bensin yang sedang dipegangnya. Saat itu, ia sedang memindahkan isi bensin jeriken besar ke jeriken kecil.
“Karena terkejut, korban (Agustina) langsung melemparkan jeriken yang terbakar itu ke depan pintu warung,” katanya.
Hanya dalam hitungan menit, api itu langsung membesar dan membakar warung. Korban dan anaknya langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Rupanya teriakan itu didengar oleh mertuanya yang memang bertetanggaan dengan korban.
Tanpa pikir panjang, mertua korban langsung menerobos kobaran api untuk membawa ke luar korban. Lantaran ketiganya menerobos kobaran api yang membesar tersebut, api cepat melalap pakaian ketiganya. Untungnya, kobaran api yang membakar pakaian mereka dapat dipadamkan sehingga nyawa ketiganya berhasil diselamatkan.
“Mungkin karena saking paniknya, mereka bertiga menerobos ke luar melalui pintu depan yang sudah penuh dengan kobaran api itu,” terang dia.
Pantauan di RSUD Ryacudu, pada Rabu (26/8/2015) sekitar pukul 14:15 WIB, ketiga korban masih terkulai lemah tak berdaya sembari meringis menahan sakit.
Agustina dan Herawati menderita luka bakar hampir sekujuru tubuhnya. Sementara, anaknya Farel menderita luka bakar di bagian wajah, lengan, dan kaki.
Raut kesakitan jelas terlihat di wajah ketiganya khususnya Farel yang terus meringis dan tak ingin jauh dari kerabatnya.





