Jalan Mulus di Lampung Harus Diimbangi Pemeliharaan yang Baik

Perbaikan jalan Provinsi Lampung di ruas Gunungsugih-Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: Istimewa/TRF)  TERASLAMPUNG.COM– Kisah jalan-jalan di Lampung yang lebih mirip kubangan kerbau dan kolam renang di waktu hujan akan...

Jalan Mulus di Lampung Harus Diimbangi Pemeliharaan yang Baik
Perbaikan jalan Provinsi Lampung di ruas Gunungsugih-Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: Istimewa/TRF) 

TERASLAMPUNG.COM– Kisah jalan-jalan di Lampung yang lebih mirip kubangan kerbau dan kolam renang di waktu hujan akan segera berakhir. Itu terjadi jika jalam-jalan kelas provinsi–yang menjadi tanggung jawab Pemprov Lampung–semuanya kelar diperbaiki, Pemerintah Provinsi Lampung menganggarkan dana ratusan miliar hingga triliunan untuk mengubah kubangan kerbau jadi jalan yang layak.

Meski begitu, diyakini masih ada ruas jalan level provinsi yang ‘selip’ alias tidak masuk rencana perbaikan jalan. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena kelalaian pejabat setempat atau petugas pelaksana  lapangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Lampung. Bisa juga karena masih harus menunggu antrean lantaran dana untuk perbaikan seluruh jalan tidak cukup jika dibeber sekaligus.

Jalan-jalan kelas provinsi yang rusak di beberapa pelosok Lampung pun sebenarnya tidak mutlak karena kesalahan pejabat setempat (bupati/walikota). Hal itu karena kebijakan untuk memperbaiki atau tidak bergantung pada Pemerintah Provinsi. (Baca: horeee! Jalan Sudah ‘Lus Mulus’….)
Meskipun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas PU-Bina Marga Provinsi Lampung sudah mengusulkan suatu ruas jalan provinsi di sebuah kabupaten, kalau Gubernur tidak menyetujuinya maka usulan itu akan dicoret.

Itulah sebabnya kita bisa paham kenapa ruas jalan kelas provinsi di Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Tulangbawang selama ini hancur lebur.

Beruntung, Gubernur Ridho Ficardo tidak mau mengulangi kesalahan para pendahulunya. Ia puya komitmen memperbaiki jalan-jalan rusak di Lampung, terutama jalan milik provinsi. Namun, komitmen membangun jalan saja tidak cukup. Komitmen membangun jalan harus diimbangi dengan komitmen untuk memperjelas anggaran untuk pemeliharaan.

Tanpa dana pemeliharaan jalan, maka jalan-jalan yang baru diperbaiki itu dalam waktu singkat akan kembali hancur lebur karene bebannya yang berat. Truk-truk besar dengan jumlah tonase berlebih disinyalir menjadi penyebab rusaknya jalan.

Dewi Ria Angela/Siti Qodratin/Mas Alina Arifin