Ini Rekomendasi Koalisi Masyarakat Sipil terkait Pengembangan Energi di Sumbagsel
Forum Koordinasi dan Supervisi ESDM wilayah Sumbagsel, di Palembamg, Rabu (11/5) PALEMBANG, Teraslampung.com –– Koordinasi dan Supervisi Bidang ESDM Tahun 2016 di Palembang, Rabu (11/5) dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat (...
| Forum Koordinasi dan Supervisi ESDM wilayah Sumbagsel, di Palembamg, Rabu (11/5) |
PALEMBANG, Teraslampung.com –– Koordinasi dan Supervisi Bidang ESDM Tahun 2016 di Palembang, Rabu (11/5) dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat (Kementerian ESDM), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pemerintah provisi, kabupaten/kota, dan sejumlah pemangku kepentingan. Hadir pula perwakilan Pertamina, para pelaku usaha, Walhi, LBH, dan sejumlah NGO lainnya.
Masing-masing Provinsi diberi kesempatan oleh moderator untuk memaparkan potensi sumber daya energi di daerahnya serta harapan dan kendala yang dialami dalam memanfaatkan potensi sumberdaya energi.
Pada forum itu, Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Kedaulatan Energi (Walhi, PINUS, LBH, HaKI, AMAN, PeTA, Sumsel Watch, FITRA, Lingkar Hijau, , PWYP-Indonesia) memberikan rekomendasi beberapa hal. Antara lain: Pertama, mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Sumsel sebagai energi alternatif yang bersih, (clean energy) namun bukan EBT yang berasal dari bahan biofuel atau yang rakus ruang dan lahan.
Kedua, secara bertahap pemerintah agar mengurangi penggunaan energy yang tidak ramah lingkungan (PLTU). Ketiga,Pemerintah Provinsi segera merancang Peta jalan pengembangan energi daerah (Rencana Umum Energy Daerah/RUED).



