DKM Bangkitkan Sastrawan Dengan Budaya Diskusi
DKM Metro membangkitkan sastrawan muda dengan budaya diskusi di Rumah Budayo, Sabtu sore (5/9) Metro, teraslampung.com – Dewan Kesenian Metro (DKM) membangkitkan sastrawan muda Metro dengan mentradisikan budaya diskusi di Rumah Budayo. Kegia...
| DKM Metro membangkitkan sastrawan muda dengan budaya diskusi di Rumah Budayo, Sabtu sore (5/9) |
Metro, teraslampung.com – Dewan Kesenian Metro (DKM) membangkitkan sastrawan muda Metro dengan mentradisikan budaya diskusi di Rumah Budayo. Kegiatan rutin setiap Sabtu (5/9) sore Pukul 15.00-17.00 WIB ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa dan guru.
Kepada teraslampung.com, Solikhin sebagai ketua Bidang Sastra DKM menyampaikan diskusi rutin ini dijadikan ajang menanam dan menumbuhkan bakat sastra. Solikhin menjelaskan pentingnya berdiskusi rutin karena membuat puisi seperti membuat kerajinan yang harus selalu dilatih.
“Diskusi ini sebagai usaha DKM untuk menguatkan kembali sastrawan muda Metro, dengan begini kita bisa melatih dan menuntun mereka untuk tetap semangat dalam berkarya sastra khususnya Puisi. Karena membuat puisi itu seperti membuat kerajinan, butuhin ketelatenan, dan kontinu”.
Fatrohul Mubarok, narasumber diskusi yang akrab disebut Bang Ipul menambahkan bahwa puisi di Metro mulai banyak ditinggalkan. Terakhir buku ontologi Puisi “100 Meter Gardu Pos Kota” terbit tahun 2007. Kami menargetkan akhir tahun ini dapat membuat buku ontologi puisi kembali,” katanya.
Salah satu penggiat diskusi, Amin Budi Utomo menilai positif dari kegiatan rutinitas ini. “Disini metode pengajarnya bagus, menekankan pada praktek dan pengalaman visual, dan yang saya amati tidak ada batasan umur nya,” katanya. Diyan





