Diduga Proyek ‘Onderlaag’ Kota Napal Bermasalah, BPMPD Ancam Tolak Cairkan Sisa Anggaran
Feaby/Teraslampung.com Jalan onderlaag Kota Napal-Desa Tanah Abang, Senin (2/2. Kotabumi–Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lampung Utara (Lampura) mengancam tak akan mencairkan sisa anggaran proyek jalan onder...
Feaby/Teraslampung.com
| Jalan onderlaag Kota Napal-Desa Tanah Abang, Senin (2/2. |
Kotabumi–Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lampung Utara (Lampura) mengancam tak akan mencairkan sisa anggaran proyek jalan onderlaag Kota Napal – Desa Tanah Abang, di Kecamatan Bunga Mayang.
“Sebelum dibenerin (jalannya), kita enggak mungkin cairkan (sisa dana dari proyek jalan itu sebesar 20 persen),” tegas Kepala Bidang Sosial Budaya BPMPD, HS. Utami, belum lama ini.
Menurut Utami, pencairan dana program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) tersebut terbagi ke dalam tiga tahap dengan pola 40,40, dan 20. Saat ini, dana proyek jalan Onderlagh yang ditengarai tak sesuai aturan itu hanya tinggal 20 persen saja.
Untuk pencairan anggaran tahap terakhir itu, setiap pengelola kegiatan MP3KI diwajibkan merampungkan pekerjaannya hingga 100 persen.
“Kalau pekerjaannya sudah selesai 100 persen, baru kita ajukan pencairannya ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara),” terangnya.
Sementara mengenai berapa nilai anggaran untuk proyek onderlaaag Kota Napal – Desa Tanah Abang, Utami mengatakan bahwa pekerjaan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp.671 juta. Sedangkan batas waktu pengerjaan setiap proyek MP3KI jatuh pada tanggal 31 Maret 2015.
“Besaran anggaran pekerjaan Jalan Onderlagh itu sekitar Rp.671 juta,” papar dia.
Sebelumnya, Camat Bunga Mayang, Zainal Bahri mengaku telah menegur pihak pengelola kegiatan pembangunan jalan penghubung Kota Napal dan Desa Tanah Abang yang diduga tak sesuai standar.
“Sudah saya tegur. Kalau tidak sesuai RAB (Rancangan Anggaran Biaya), ya harus diperbaiki,” tegas dia.
Menurut Zainal, pekerjaan jalan Onderlagh yang berasal dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) tahun 2014 di kecamatannya itu memang belum rampung dikerjakan. Hal ini ia ketahui dari keterangan pihak pengelola kegiatan tersebut.
“Penjelasan mereka (pengelola,red) pekerjaan itu memang belum selesai,” papar dia.
Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) kegiatan tersebut, Darmadi ketika dihubungi melalui sambung telepon, menyatakan bahwa ‘buruknya’ pekerjaan itu bukan lagi tanggung jawab dirinya. Sebab, kini dirinya tak lagi menjabat sebagai PJOK. “Dulu (ya). Sekarang, 2015 kan enggak ada lagi PJOK,” kelit dia.
Namun saat didesak bahwa pekerjaan itu masih tanggung jawab dirinya selaku PJOK tahun 2014, yang bersangkutan tanpa alasan yang jelas mematikan ponselnya. Ketika kembali dihubungi, ponsel yang bersangkutan dalam keadaan sibuk. Pesan singkat yang dikirimkan pun tak mendapat balasan meski dalam keadaan aktif.
Diketahui, Jalan Onderlagh Kota Napal – Desa Tanah Abang, Kecamatan Bunga Mayang disinyalir tak sesuai standar. Pantauan di lokasi, Senin (2/2) sekitar pukul 14:00 WIB, bebatuan di jalan yang menjadi penghubung antara Kota Napal dan Desa Tanah Abang tersebut tak melekat di tanah. Kuat dugaan bebatuannya hanya sekedar ditabur begitu saja tanpa digilas menggunakan alat berat.
Tak hanya itu, bebatuan di jalan penghubung itu juga banyak yang menumpuk di satu sisi. Sementara sisi lainnya malah kosong tanpa batu alias jarang – jarang. Bebatuannya juga hanya menumpuk di bagian tengah jalan. Sedangkan kedua bagian tepi jalan nyaris tak berbatu karena terlalu sedikit. Selain itu, tidak terlihat plang nama proyek berikut besaran serta sumber dana terkait pembangunan jalan tersebut.



