Bupati Lampung Utara Sindir Anak Buahnya yang Suka “ABS”
Feaby/Teraslampung.com Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memberikan arahan kepada jajarannya dalam Rapat Koordinasi bulanan, di Aula Tapis Pemkab Lampung Utara, Selasa (17/11). Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara menyindir habis ̵...
Feaby/Teraslampung.com
| Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memberikan arahan kepada jajarannya dalam Rapat Koordinasi bulanan, di Aula Tapis Pemkab Lampung Utara, Selasa (17/11). |
Kotabumi–Bupati Agung Ilmu Mangkunegara menyindir habis – habisan bawahannya yang kerap mengedepankan prinsip ‘ABS’ alias Asal Bapak Senang. Menurut Agung, prinsip ABS kini tak zamannya lagi.
“Prinsip ABS itu sudah enggak zamannya lagi. Laporan itu harus sesuai dengan fakta,” sindir Bupati dalam Rapat Koordinasi bulanan dengan para petingginya, di Aula Tapis, Selasa (17/11).
Menurut Bupati termuda di Lampung ini, laporan yang sesuai dengan fakta lebih berharga dan berarti baginya ketimbang laporan yang tak sesuai dengan fakta yang terjadi. Justru dirinya akan bertanya – tanya bilamana mendapati laporan dari bawahannya yang selalu melaporkan hal yang baik alias tanpa masalah.
“Saya malah tanda tanya jika tak ada masalah. Masih banyak (instansi) yang seperti itu,” tandasnya.
Seyogianya, kata suami Endah Kartika Prajawati ini, setiap pejabat tak perlu takut untuk ditegur dirinya bilamana memang faktanya pejabat/instansi tersebut melakukan sebuah kesalahan atau sejenisnya. Karena sejatinya, teguran yang dilakukannya itu merupakan wujud kepedulian atau rasa sayangnya kepada pejabat/instansi tersebut.
“Kalau saya sudah diamkan atau tak mau menegur lagi, harusnya kalian tanda tanya. Ada apa dan kenapa?,” tegas Agung.
Selain menyoroti prinsip ‘ABS’, Bupati juga meminta instansi terkait untuk waspada terhadap kemungkinan bencana alam dan penyakit menjelang musim hujan seperti saat ini. Karena menjelang musim hujan, bencana alam seperti banjir atau lainnya kerap terjadi. Begitupun dengan potensi kemungkinan terjadinya penyakit saat musim hujan maupun pasca bencana alam terjadi.
“Di samping itu, saya juga minta instansi terkait meningkatkan pengawasan APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa). Karena APBDes itu hanya untuk infrastruktur (jalan,jembatan dan sejenisnya) dan untuk perkembangan perekonomian masyarakat Desa,” tandasnya.



