Bupati Khamami Kecewa pada PPL yang tak Pernah Turun ke Desa

Khamami TERASLAMPUNG.COM--Bupati Mesuji Khamami mengaku kecewa dengan kinerja para petugas penyuluh lapangan (PPL)  yang tidak menjalankan tugas sesuai fungsinya. Kekecewaan Khamami terungkap setelah dirinya bertemu dengan para petani....

Bupati Khamami Kecewa pada PPL yang tak Pernah Turun ke Desa
Khamami

TERASLAMPUNG.COM--Bupati Mesuji Khamami mengaku kecewa dengan kinerja para petugas penyuluh lapangan (PPL)  yang tidak menjalankan tugas sesuai fungsinya. Kekecewaan Khamami terungkap setelah dirinya bertemu dengan para petani. Kepada Khamami, para petani mengeluhka tidak adanya PPL yang turun ke desa untuk memberikan penyuluhan. Bahan,  tidak sedikit petani yang mengaku belum  kenal dengan PPL yang ada di desanya.

“Saya berharap Kepala BP4K rutin mengecek laporan kinerja  PPL. Panggil yang bersangkutan apabila tidak disiplin serahkan kepada iInspektorat. Harusnya, PPL sering turun ke bawah menemui para petani yang ada diwilayah kerjanya masing-masing, memberi penyuluhan dan pemaparan kepada para petani, supaya apa saja yang menjadi kendala mereka bisa diatasi sehingga, kedepan para petani bisa sukses dalam bercocok tanam serta hasilnya  maksimal,” kata Khamami, usai bertemu dengan para petani di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuj Timur, Jumat (25/0).

Semetara itu, Sularno, warga Desa Wonosari, mengaku meski dalam kondisi sulit air, Sularno mengaku kebun cabainya seluas 1 hektare yang berusia 3 bulan dalam 3 hari sekali panen bisa mencapai 50-200 kilogram, dengan kisaran harga perkilo saat ini berkisar antara 25-30 ribu.

Sularno berharap petugas penyuluh lapangan (PPL) sering turun ke desa sehingga bisa tahu masalah yang dihadapi para petani.

“Selama saya di sini sudah puluhan tahun tidak pernah bertemu dengan yang namanya PPL. Jadi saya harap pemda melalui BP4K untuk mengirim PPL nya, supaya kami bisa mendapat pengetahuan lebih tentang bagaimana mengatasi masalah tanaman agar hasilnya bisa bagus dan sesuai harapan,” katanya.