Belajar dari Sepak Bola

Eko J. Saputra SEPAK BOLA bukan sekedar olahraga biasa. Banyak hikmah didapat dari cabang terpopuler di bumi ini. Dibutuhkan kerjasama tim yang baik untuk bisa mencetak gol. Pemain sekelas Lionel Messi dan Cristian Ronaldo-pun akan kesulitan membob...

Belajar dari Sepak Bola

Eko J. Saputra

SEPAK BOLA bukan sekedar olahraga biasa. Banyak hikmah didapat dari cabang terpopuler di bumi ini. Dibutuhkan kerjasama tim yang baik untuk bisa mencetak gol. Pemain sekelas Lionel Messi dan Cristian Ronaldo-pun akan kesulitan membobol gawang lawan jika membawa bola sendiri.

Begitu juga hidup ini. Sehabat apapun peran Anda, butuh dukungan orang lain untuk bisa mencapai impian. Tapi, terkadang dalam moment tertentu dibutuhkan olahan sendiri bagi Messi dan Ronaldo untuk mencetak gol kemenangan timnya.

Tak kalah penting, sepak bola mengajarkan tentang sportivitas. Ciri juara adalah mempersiapkan diri memenangkan setiap pertandingan secara fair, bukan berkutat pada kepemimpinan wasit dan dukungan supporter tim lawan.

Ketika belum menang, sang juara terus berlatih, intropeksi diri, dan tetap semangat bertanding sampai akhirnya mengangkat tropi juara. Sebab satu menit begitu berarti untuk bisa menjadi juara. Kita masih ingat Final Champions 1999. Hingga masa injury tim Manchester United tertinggal 0-1 dari Bayern Munchen. Namun dimasa Injury Tim yang diberikan wasit selama 3 menit, MU mampu mencetak dua gol. Mu akhirnya keluar sebagai juara.

Begitu seharusnya hidup. Ketika belum mencapai apa yang kita harapkan, tentunya jangan menyalahkan sia-siapa dan tak jangan menyerah. Sebab ciri khas pecundang adalah selalu menyalahkan orang lain dan merasa diri paling benar, ketika hidup mereka belum benar.
Hidup harus tetap semangat dan fokus mencapai impian sebelum sebelum sakaratul maut menjemput. Sebab masa depan itu ghaib. Kita boleh kalah hari ini, namun hari esok bisa jadi juara. Begitu sebaliknya.

Selain itu sepak bola memberi contoh bahwa butuh konsistensi meraih kemenangan. Jika tidak tim akan degradasi. Begitu juga dengan kehidupan, saat kita tidak konsisten meperbaiki hidup, maka kehidupan akan mematikan kita.

Terakhir sepak bola mengajarkan kita untuk selalu bersinergi bukan mempertahakan kebenaran menurut versi masing-masing. Kita lihat, ketika pemerintah dan PSSI tak sejalan, akibatnya sepak bola Indonesia tak bisa berjalan.

Begitu juga dengan hidup, kita sebagai hamba harus selalu bersenergi dengan sang khalik. Sehebat-sehebatnya dan sepintar-pintarnya kita, masih ada yang berkuasa. Kalau selalu bersinergi, niscaya jalan tetap terbuka saat bertemu jalan buntu. Demikian kenyataannya.

SALAM OKE