Aktivis IMM STIH Kotabumi Demo di Depan Kantor Pemkab Lampura

Feaby/Teraslampung.com Unjuk rasa aktivis IMM STIH Kotabumi di depan Kantor Pemkab Lampung Utara, Jumat pagi (18/9). Kotabumi–Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIH Kotabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab La...

Aktivis IMM STIH Kotabumi Demo di Depan Kantor Pemkab Lampura

Feaby/Teraslampung.com

Unjuk rasa aktivis IMM STIH Kotabumi di depan Kantor Pemkab Lampung Utara, Jumat pagi (18/9).

Kotabumi–Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIH Kotabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Lampung Utara, Jumat (18/9) sekitar pukul 11:00 WIB.

Mereka menuntut Pemkab dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti begal motor yang menjadi momok masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

“Apakah Lampung Utara aman dari begal,” kata orator demo, Rika Diyanti, dalam orasinya.

Pertanyaan ini sontak direspons dengan jawaban “Tidaaaaaak!!!” oleh para pengunjuk rasa lainnya.

Mereka juga menuntut Pemkab lebih memperhatikan kesejahteraan dab kesehatan rakyat sebagai prioritas utama khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu, Pemkab harus melakukan pemutakhiran data bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Pemerintah harus lebih perhatikan nasib dari saudara – saudara kita yang kurang mampu,” tandasnya.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Pemkab untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan seperti pemanfaat Taman Santap Kotabumi untuk dijadikan taman bacaan berikut fasilitas internetnya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Sementara menurut Koordinator Lapangan aksi, Sigit Wisuwardi menambahkan, secara garis besar pemerintahan saat ini telah melakukan berbagai perubahan yang lebih baik.

Di matanya, sarana dan infrastruktur Lampung Utara telah semakin baik. Sayangnya, ketika disodorkan fakta dan dimintakan pembangunan mana yang telah dikerjakan karena hingga kini pembangunan tahun 2015 belum berjalan, Sigit sedikit kelabakan menjawab pertanyaan dimaksud.

“Kawan – kawan media lebih tahu, saya rasa pembangunan itu,” kelitnya.‎

Sementara, Asisten II Sekretariat Kabupaten, Fahrizal Ismail menganggap kritikan para mahasiswa ini sebagai dukungan kepada Pemkab yang akan menjadi motivasi tambahan bagi Pemkab untuk berbuat yang lebih baik pada masa mendatang.

“Terima kasih atas dukungan adik – adik. Ini akan kami jadikan sebagai bahan untuk melakukan perubahan yang lebih baik,” tutur dia.