Tuntut Bupati Lampung Utara Mundur, Ribuan Pengunjuk Rasa Ancam Duduki Kantor DPRD

Feaby/Teraslampung.com Unjuk rasa ribuan aktiivis Garpu dan mahasiswa untuk menuntut Bupati Lampung Utara mundur digelar di depan kantor DPRD Lampung Utara di Kotabumi, Selasa pagi hingga siang (13/1).  KOTABUMI–Aksi unjuk rasa m...

Tuntut Bupati Lampung Utara Mundur, Ribuan Pengunjuk Rasa Ancam Duduki Kantor DPRD

Feaby/Teraslampung.com

Unjuk rasa ribuan aktiivis Garpu dan mahasiswa untuk menuntut Bupati Lampung Utara mundur digelar di depan kantor DPRD Lampung Utara di Kotabumi, Selasa pagi hingga siang (13/1). 



KOTABUMI–Aksi unjuk rasa menuntut Bupati Agung Ilmu Mangkunegara mundur dari tahtanya kembali terjadi di Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (13/1) sekitar pukul 10:00 WIB. Jumlah peserta aksi kali ini jauh lebih banyak dibanding aksi sebelumnya. Mereka merupakan gabungan anggota Gerakan Masyarakat Lampung Utara (Garpu) dan mahasiswa di Kotabumi.

Ribuan massa yang membawa spanduk dan banner bertuliskan warna merah dan putih bertuliskan ‘Turunkan Bupati’ tersebut terus meneriakkan yel – yel – yel agar  Bupati Agung turun dari jabatannya. Mereka berorasi di depan gedung DPRD Lampura yang berada di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum).

Sebelumnya, ribuan massa tersebut sempat berorasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpah ruahnya peserta aksi unjuk rasa membuat sepanjang Jalintengsum tersebut nyaris berwarna merah karena mayoritas mahasiswa peserta aksi mengenakan almamaternya yang berwarna merah.

Di atas panggung yang berada persis di depan gedung parlemen, koordinator lapangan, Romli, beserta peserta unjuk rasa  terus berorasi meminta Agung mundur dari Bupati dan mendesak DPRD menggunakan haknya untuk menurunkan Agung.

“Bupati Agung harus turun..turun. Itu harga mati. DPRD harus gunakan haknya untuk turunkan Agung,” tegas Koordinator lapangan, Romli, Selasa (13/1).

Orasi Romli disambut gemuruh tepuk tangan dan jeritan histeris para peserta Unras. Sembari mengangkat tinggi banner, ribuan massa dimaksud tersebut terus meneriakan tuntutannya. Rintik hujan yang mewarnai aksi sejak awal tak mampu menyurutkan massa untuk terus menyampaikan aspirasi atau tuntutannya.

Setelah berorasi selama satu jam, Wakil Ketua II, M. Yusrizal yang didampingi oleh Wakil Ketua III  DPRD Lampura, Arnol Alam beserta sejumlah koleganya menaiki panggung bersama peserta unjuk ras. Para wakil rakyat tersebut mempersilakan massa untuk masuk ke halaman Kantor  DPRD.

“Akan kami laksanakan apa yang jadi kehendak masyarakat Lampura. Kami siap tampung apa yang jadi aspirasi masyarakat. Saya tidak takut diberhentikan (dari DPRD),” tandas Ketua Komisi I, Guntur Laksana.

Hingga pukul 11.00 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Ribuan pengunjuk rasa  merangsek masuk ke halaman DPRD dan terus berorasi. Mereka mengancam akan menduduki gedung DPRD jika DPRD tidak menggelar rapat paripurna hari ini, Selasa (13/1).