Mayat Bayi Dibawa Pulang Naik Angkot, Chandra Bantah Pihak RSUD Demang Sepulau Raya Tawarkan Ambulans Gratis

TERASLAMPUNG.COM — Klarifikasi yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah, terkait mayat bayi dibawa orang tuanya pakai angkot ternyata hanya cara membuang badan. Kemungkinan besar pihak rumah sakit...

Mayat Bayi Dibawa Pulang Naik Angkot, Chandra Bantah Pihak RSUD Demang Sepulau Raya Tawarkan Ambulans Gratis
Chandra membaya pulang jenazah anaknya dari RSUD Demang Sepulau Raya ke kampungnya di Kabupaten Tulangbawang naik angkot.

TERASLAMPUNG.COM — Klarifikasi yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah, terkait mayat bayi dibawa orang tuanya pakai angkot ternyata hanya cara membuang badan. Kemungkinan besar pihak rumah sakit melakukan klatifikasi karena tidak mau dipersalahkan, setelah berita tentang kisah pilu Chandra Pratama menjadi viral di media sosial.

“Tidak benar ada tawaran kepada saya atau keluarga saya dari pihak rumah sakit untuk mengantar kami pulang ke Tulangbawang dengan ambulans gratis,” kata Chandra Pratama, Rabu (11/10/2017).

Chandra mengaku, hingga saat ini dirinya dan istri tercintanya, Ermilia Sari, masih syok setelah mengalami musibah bayinya meninggal di RSUD Demang Sepulau Raya dan harus membawa pulang mayat bayinya naik angkot.

BACA: Chandra Bawa Pulang Mayat Bayinya Naik Angkot karena Harus Sewa Ambulans RSUD Demang Sebesar Rp1,8 Juta

“Saya terpaksa membawa pulang jasad anak saya naik angkot karena rumah sakit mematok harga sewa ambulans Rp1,8 juta lebih,” tuturnya.

Bantahan Chandra dilakukan untuk menanggapi pernyataan Kepala RSUD Demang Sepulau Raya, dr. Otneil, yang menyatakan  bahwa pasien (anak bayi Chandra) adalah warga tidak mampu.

“Karenanya kita tawarkan antar gratis namun mereka tidak mau,” kata dr. Otneil, seperti diberitakan teraslampung.com pada Selasa lalu (10/10/2017).

Menurut Chandra, pernyataan dr. Otneil tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kalau memang benar ada penawaran dari mereka, mana mungkin saya membiarkan anak terbaring lama di situ. Sekarang kita berpikir jauh saja, anak saya meninggal pukul 13:10 WIB, jenazah diberangkatkan dari RSUD Demang Sepulau Raya hampir azan maghrib. Itu bukan dengan ambulans, tetapi memakai angkit. Tiba di Menggala hampir pukul 20.00 WIB,” kata Chandra.

BACA: Ini Klarifikasi RSU Demang Sepulau Raya Tentang Berita Mayat Bayi Dibawa Pulang Naik Angkot

Menurut Chandra, begitu sampai di rumah, jenazah bayinya langsung dimakamkan malam itu juga.

“Coba kalau benar mereka menawarkan, pastinya langsung saya terima, anak saya juga dimakamkan pada waktu sore hari. Jadi penawaran itu tidak ada, dan siapa juga yang tidak mau ditawarkan secara gratis, pasti kita semuanya mau,” tutur Chandra.

Jhoni, kerabat dekat Chandra, mengatakan walaupun angkot yang dipakai membawa mayat bayi Chandra adalah angkot milik keluarga tetapi Chandra bukan pinjam saja.

“Kami memberikan uang 50 ribu kepada pemilik dan membelikannya bensin. Uang itu juga masih dihutang dan sampai saat ini belum terbayar,” kata Jhony.

Jhony berharap ada kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung untuk meringankan beban masyarakat, khususnya keringanan tentang biaya kesehatan.

“Kami hanya bisa berharap kepada pemerintah provinsi lampung agar bisa meringankan biaya kesehatan, termasuk biaya untuk transportasi ambulan. Sebab biaya transportasi ambulan seperti itu sungguh sangat memberatkan kami, Apalagi kami adalah masyarakat kurang mampu,” katanya.

BACA JUGA: RSUAM tak Berikan Layanan Ambulans, Ibu Asal Kotabumi Ini Gendong Jasad Putrinya Sambil Menangis