Pemkot Bandarlampung Bagikan Telur untuk 1.081 Keluarga Berisiko Stunting
Teraslampung.com, Bandarlampung — Pemerintah Kota Bandarlampung mulai menyalurkan bantuan telur kepada 1.081 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 20 kecamatan. Program intervensi gizi itu ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga sekaligus menekan angka stunting di kota tersebut.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 288 penerima dari Kecamatan Panjang dan Sukabumi di Gedung Semergou, Selasa, 9 Juni 2026. Masing-masing penerima memperoleh 2 kilogram telur.
“Hari ini pembagian secara simbolis diberikan kepada 288 orang dari dua kecamatan. Masing-masing mendapatkan 2 kilogram telur,” kata Eva Dwiana.
Menurut Eva, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Untuk delapan kecamatan lainnya, distribusi dilakukan melalui kantor kecamatan masing-masing. Sementara penyaluran bagi 10 kecamatan berikutnya dijadwalkan pada hari berikutnya.
“Total penerima sebanyak 1.081 warga berisiko stunting yang berada di 20 kecamatan di Kota Bandarlampung,” ujarnya.
Eva mengatakan program bantuan telur tersebut akan berlangsung selama tiga bulan. Pemerintah kota juga melibatkan petugas kesehatan dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memantau penerima bantuan selama program berjalan.
“Saya minta Puskesmas, Puskeskel, dan kader TPK melakukan pemantauan. Kita berharap melalui intervensi gizi ini angka stunting di Kota Bandarlampung dapat terus menurun,” kata dia.
Salah satu penerima bantuan, Fitri, 35 tahun, warga Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, mengaku mendapat informasi mengenai program tersebut dari kader Tim Pendamping Keluarga.
“Saya datang ke Semergou atas undangan dari kader TPK,” ujar ibu dua anak tersebut.
Pemerintah Kota Bandarlampung menjadikan program pemberian telur sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan asupan protein bagi keluarga yang masuk kategori berisiko.
Dandy Ibrahim






